we worship You, and celebrate Your Love.

Aku sangat menyukai gereja kami. Grha Methodist Merak Jingga Medan. Warna yang minimalis, ditambah dengan bulan desember, segala upaya dekorasi yang paling menarik untuk xmas, dikerjakan. Dan hasilnya memang sangat menakjubkan. Aku sendiri kadang terkejut akan ide mereka yang tak henti-hentinya mendekor satu even ke even yang lain. Dengan background natal yang belum berlalu, Hans Balon atas arahan Best Man – Cu Wen aka Abun Rahim, menyulap gereja dengan warna hijau dan putih mendominasi beberapa lantai, dan pintu masuk.
Aku sampai, dengan memegang buket bungaku, seseorang membukakan pintu dan menuntunku keluar dari dalam mobil. Aku pengantinnya, aku tahu semua mata akan tertuju padaku. Aku menyukai pantulan sinar matahari pada gaunnku. Rambut ikal yang jatuh ke bahukku, dan betapa pun aku bergerak,…


…aku menyukai shape yang ditimbulkan gaunku. Gaun berekor panjang dengan bordiran yang sangat indah, sangat aku sukai. Di bagian pinggul ada sebuah pita yang mengikat lembut. Aku berbisik pada hatiku, supaya ia tetap tenang disana… berbisik pada hatikku, supaya ia berbahagia, supaya ia mengingat hari ini selamanya. Hatiku.

Aku tiba pukul 15.00. Satu jam lagi, pemberkatan akan dimulai. Fotografer belum tiba. Aku merasa sedikit nervous karenanya. Mereka memberiku satu kursi tepat didepan lift. Danny Chandra mengambil foto terbaik untukku. Dan aku berbisik padanya, untuk mengambil foto akan sepatuku. Sepatu paling indah untuk pernikahanku.

Sepatu ini aku beli dengan hadiah hasil kemenanganku di AAM tahun lalu, dalam perjalanan ke KL-Spore dengan Papi tahun lalu. Tentu saja, sepatu ini terlalu berharga untukku.



Menunggu fotografer cukup lama, papi mulai menelepon dan menangani masalah. Ini satu satunya masalah yang muncul selama hari itu. Keterlambatan dan tidak professional-an kerja fotografer hari itu. Menurut informasi dia sakit, tapi aku sendiri cukup kecewa. Aku mengingatkan diriku untuk tidak stress, dan berserah pada Tuhan. Haha.




Aku melihat puluhan, mereka teman-teman yang sibuk luar biasa. Tidak ada keluhan dalam mulut mereka, tidak ada kekesalan dalam wajah mereka. Membantu dengan tulus dan gembira. Amanda, sang maestro design melukis balon-balon. Erwin Suteno, Wisely, Yosen, Hansen, dan banyak lagi yang mengangkat ini dan itu. Naik dan turun tangga, menyusun kursi dari lantai atas ke Hall Resespi. Aku mengintip ke hall resepsi, dan aku sangat salut akan kerja keras mereka. Ratusan kursi diangkat dan disusun mereka, dari lantai yang berlainan. Balon yang senada dibiarkan terbang membentur dinding atas Hall. Sangat indah. Sinar matahari sore menembus jendela, dan hall terasa hangat berkali-kali lipat.



Yang membantu dalam acara, mempersiapkan diri mereka untuk memberikan yang terbaik. Bagian musik sudah berlatih berjam-jam, duduk dalam posisi mereka. Siap menggemakan keharuan pernikahan untuk kami., siap untuk melukiskan kasih Allah.

Ini pic fave-ku (atas), terasa begitu “putih”, isn’t it? ^^

Melangkah menuju Hall pemberkatan…




Jimmy memulai dengan sulapnya. Jimmy adalah salah satu murid asuhan Papi dalam Methodist 2 Magic Community (M2MC). Dia memiliki bakat dan penampilan yang baik. Setiap kali dia melakukan sulap, aku selalu menyukainya. Dan sore itu, dia mempersembahkan sulap paling romantis sebagai hadiah untuk kami berdua. Lihat kain putih yang ia siapkan? Ia menuliskan simbol yang manis.

Mr. Edy Putra, Mc kehormatan kami. Beliau adalah teman dari Papi. Dan satu kehormatan ia bersedia untuk menjadi MC acara pemberkatan kami. Setiap kata yang ia keluarkan terdengar tak lari dari hormat dan kebesaran Tuhan, sekaligus menghormati kami, dan jemaat yang berkumpul untuk pemberkatan kudus sore itu.


Mama dan Mama mertua menyalakan lilin. Simbol kehidupan kami masing-masing…
“Here Come The Bride” Music membahana, agung, romantis.
Melangkah menuju altar. Aku bersumpah, tak akan melupakan langkah-langkah itu. Sambutan senyum dan tepuk tangan jemaat, teman-teman kami yang terkasih, saudara dan keluarga kami yang tercinta, baris demi baris kursi di Hall. Terima kasih untuk senyum dan doa kalian yang mengiringi kami.
Kami duduk di barisan terdepan.
Dan saatnya kebesaran kasih Allah dinyanyikan.

How Great Thou Art
O Lord my God,
when I in awesome wonder,
consider all the world thy hands have made,
I see the stars, I hear the rolling thunder,
thy power throughout the universe displayed
Then sings my soul, my savior God to thee
How great thou art, how great thou art
Then sing my soul my savior God to thee
How great thou art, how great thou art
Oh wo zhu a,
Wo mei feng ju mu guan kan.
Ni shou suo zao, yi qie qi miao da gong
Kan jian xing shu,
You ting dao long long lei shen
Ni di d gong pian man liao yu zhou zhong
Chorus
Wo ling ge chang
Zan mei wo jiu shu zhu
Ni zhen we da, he deng wei da
Wo ling ge chang
Zan mei wo jiu shu zhu
Ni zhen we da, he deng wei da
Andreas Wangsa, seperti yang dikatakan Hai Hai, suara Tenornya luar biasa. Koor mendukung di bait terakhir, bersatu dengan suara jemaat. Apa aku punya kata utnuk melukiskan itu semua? Ada, aku menyebutnya, agung.
Pdt. Dewi Anggreini, Suaranya yang ramah, menenangkan, mendoakan kami… Aku larut dalam doanya yang begitu indah. Dilanjutkan dengan menyampaikan firman Tuhan. Dengan penuh kharisma, ia memimpin prosesi pemberkatan. Tidak banyak kata yang kumiliki untuk melukiskan Pdt. Dewi Anggreini, aku khawatir kata-kata yang kupakai bisa membatasi betapa luar biasa-nya dirinya.

… dan, Liturgi dibacakan. Dijalankan.

Tangan ditumpangkan keatas kami. Aku memohon kekuatan dan penyertaanMu, Bapa.


Janji diucapkan, …


…ada perasaan hangat dalam hatiku. Keberaniankah? Atau kepasrahan?


Mataku memanas saat mendengar liturgi yang dibacakan Pdt. Dewi Anggreini, ada air mata yang dengan susah payah aku simpan kembali.



Cincin ini lah simbol cinta dan ikatan diantara kami.



Tuhan, apakah Engkau berbahagia dengan-ku hari ini?


Dan moment itu berjalan indah seindah indahnya. Penuh warna, dan seolah-lah semua ini berjalan seperti dalam slow motion.


Apresiasi pada orang tua tercinta. Lagu Mama yang dibekali dengan lirik yang menyentuh, dibawakan dengan baik oleh Mr. Edy, Mr. Andreas Wangsa, Mr. Jimmy Halim dan Mr. Johny.

Thank you for all the things I’m not
Forgive me for the words unsaid
For the times I forgot
Mama remember all my life
You showed me love, you sacrificed
Think of those young and early days
How I’ve changed along the way [along the way]
And I know you believed
And I know you had dreams
And I’m sorry it took all this time to see
That I am where I am because of your truth
And I miss you, yeah I miss you
Mama forgive the times you cried
Forgive me for not making right
All of the storms I may have caused
And I’ve been wrong, Dry your eyes [dry your eyes]
Cause I know you believed
And I know you had dreams
And I’m sorry it took all this time to see
That I am where I am because of your truth
And I miss you, I miss you
Mama I hope this makes you smile
I hope you’re happy with my life
At peace with every choice I made
How I’ve changed along the way [along the way]
Cause I know you believed in all of my dreams
And I owe it all to you, Mama


The Prayer Oleh Mr. Andreas Wangsa dan Miss Josephine. Anda tahu suara mereka.
i pray you’ll be our eyes
And watch us where we go
And help us to be wise
In times when we don’t know
Let this be our prayer
When we lose our way
Lead us to a place
Guide us with your Grace
To a place where we’ll be safe
La luce che to dai (I pray we’ll find your light)
Nel cuore restero (And hold it in our hearts)
A ricordarchi che (When stars go out each night)
L’eterna stella sei (ooh)
Nella mia preghiera (Let this be our prayer)
Quanta fede c’e (When shadows fill our day)
Lead us to a place
Guide us with your grace
Give us faith so we’ll be safe.
Sognamo un mondo senza piu violenza
Un mondo di giustizia e di speranza
Ognuno dia la mano al suo vicino
Simbolo di pace e di fraternita
La forza che ci dai (We ask that life be kind)
E’il desiderio che (And watch us from above)
Ognuno trovi amore (We hope each soul will find)
Intorno e dentro a se (Another soul to love)
Let this be our prayer
Let this be our prayer
Just like every child
Just like every child
Needs to find a place,
Guide us with your grace
Give us faith so we’ll be safe
E la fede che
Hai acceso in noi
Sento che ci salvera

Mr. Edy Kuo. Sang composer, arranger keseluruhan music, vocal, hingga ke detail -nya untuk pemberkatan kami. Bahkan Mr. Edy memikirkan hingga waktu kami melangkah hingga ke altar, yang disesuaikan dengan music yang mengiringi.

Aku berhasil membawakan lagu Sandi Patty – Love Will Be Our Home dengan baik. (setidaknya menurutku begitu) ^^ Dalam lagu ini, Mr. Andreas Wangsa, Miss Josephine, Mr. Jimmy dan Mr. Johny serta paduan suara akan turut serta bernyanyi… Dan pada puncak lagu itu, terdengar berkali kali lebih agung. Salut pada mereka, terutama Mr. Edy yang berhasil meng-arrange satu demi satu lagu.
If home is really were the heart is
And home must be a place we all can share
For even with our diffrences, our hearts are much the same
For where love is we come together there
Wherever there is laughter ringing
Someone smiling, someone dreaming
We can live together there
Love will be our home
Wherever there are children singing
Where a tender heart is beating
We can live together there
Cause love will be our home
With love our hearts can be a family
And hope can bring this family face to face
And though we may be far apart
Our hearts can be as one
When love brings us together in one place
Wherever there is laughter ringing
Someone smiling, someone dreaming
We can live together there
Love will be our home
Where there are words of kindness spoken
Where a vow is never broken
We can live together there
Cause love will be our home
Love will, love will be our home
Love will, love will be our home
Love will, love will be our home
Wherever there is laughter ringing
Someone smiling, someone dreaming
We can live together there
Love will be our home
Wherever there are children singing
Where a tender heart is beating
We can live together there
Cause love will be our home
Love will, love will be our home
Love will, love will be our home
Love will, love will be our home
Wherever there is laughter ringing
Someone smiling, someone dreaming
We can live together there
Cause love will be our home
Love will be our home

Mengeluarkan catatan…, supaya tidak ada yang terlupa. ^^


Our Thanks for beloved families, friends, seniors, IXTHUS… Satu persatu disampaikan dengan baik oleh papi. Tanpa ragu, dan santun.

Ko Hai dan Happy Lee datang khusus dari Jakarta untuk menghadiri pernikahan kami sekaligus mengadakan seminar teologia alam roh di tanggal 28 Dec 2009. Ko hai tampak sangat keren dan menarik perhatian sore itu, Happy Lee terlihat sangat santai menikmati acara.





Melepaskan balon. Simbolic. Berdiri di tangga depan Grha… Menatap kelangit sore yang berganti malam. Suasana keunguan yang romantis memenuhi pandangan, didukung lampu kelap kelip yang selalu dinyalakan saat malam hari.
Kemana balon-balon itu akan terbang pergi?
Kami berdua sudah bertemu dengan awal yang baru. A new chapter.

Ratusan tamu sudah membanjiri hall, papi menggandeng tanganku. Ia selalu menggandeng tanganku hari itu… (hal yang tak pernah terjadi di gereja jika itu hari biasa… Oops, hehe… )

Souvenir kami, sebuah lolipop yang manis. Aku sungguh menyukai lolipop ini.

Tamu-tamu malam itu sungguh-sungguh mengagetkan. Suasana begitu ramai dan seru. Tak ada lelahnya kami menyalami, dan berterima kasih. Tak henti-hentinya kami mendapat ucapan dan wishing dari mereka yang terkasih. Kaki ini mungkin sudah capai melampau batas, namun tak ada rasa lelah yang kami rasakan. Hanya, syukur dan bersyukur… Seperti yang ku tulis diatas, aku melangkah dan gaun itu mengikuti langkahku. Aku merasa cantik, merasa anggun…

Hingga semua keramaian itu berlalu. Hingga meja sudah kosong, kami duduk berhadapan dan menikmati makan malam kami. Kami tertawa dan tersenyum, sambil membicarakan hal-hal sepanjang sore hingga malam itu.
Ah, acara sudah berakhir. Tapi perjalanan kami belum, bahkan, baru saja dimulai.
Sekali lagi, terima kasih dan syukur yang ga habis-habisnya pada Tuhan disurga. Untuk orang tua yang membesarkan kami. Serta semua yang membantu. Semua yang mendukung. Semua yang mendoakan. Semua yang begitu mengasihi kami. Semua yang mau berbagi moment ini bersama kami. Semua yang menyaksikan ini.
Sungguh tidak ada yang lebih besar dari Kasih. How Great Thou Art.
Ini permulaan, so…
a new journey begin…?

Best Regards, Minmerry & Vantillian (aka Tommy Wijaya)
26 Dec 2009. Our Wedding Day.
————————————————————————————————–
Ps :
- to Read Wedding Tommy & Merry 25 Dec Tea Ceremony please click here.
- to Read Wedding Tommy & Merry 26 Dec : The Marriage in The Sound of Music (oleh Hai-Hai) click here.
To see all picture click here :
25 Dec : http://www.flickr.com/photos/44465892@N04/sets/72157623024573765/
26 Dec : http://www.flickr.com/photos/44465892@N04/sets/72157623146482030/





