Posts Tagged ‘double esspresso series’

Mar25

Double Esspresso – The Most

May each song I have to sing
Be to You a lovely thing, in Your time
In His Time

(Word And music by Diane Ball)

papan tulis blank

Satu hal yang aku kusukai di pagi hari. Pagi yang terlalu pagi bagiku untuk bangkit dari tempat tidur. Pagi yang bagiku, terbangun, dan menyadari ternyata terbangun lebih awal sebelum weker kecilku berdering. Saat aku bergelung dan menutup mata sebentar lagi, untuk merasakan dinginnya udara dan… tertidur sebentar lagi. Aku… menyukainya.

(more…)

Mar12

Double Esspresso – Be It Unto Me

Be it unto me@ Double Esspresso

Hujan.

Kondisi, membatasi semua yang kuinginkan dan kurindukan.

Aku mulai merindukan malam tanpa hujan.

Lampu jalan di depan coffee shop sudah dinyalakan. Hujan rintik-rintik terlihat jelas dengan pantulan sinar lampu jalan. Cahayanya sedikit kekuningan, hingga butiran air yang jatuh tidak bening seperti biasanya. Kontras sekali dengan warna coffee shop, ungu. Aku sungguh menikmati pemandangan itu. Butiran yang rapi, yang teratur dengan warna kuning. Seperti kilau serbuk peri.

Aku tenggelam dengan buku ditanganku. Sebentar membuatkan espresso untuk beberapa tamu yang datang. Namun, aku kembali dengan halaman-halaman Mitch Albom. The Five People You Meet in Heaven.

Aku sampai pada orang keempat yang ia temui. Istrinya. Ia bertemu dengan istrinya di surga. Dalam ceritanya, istrinya dan keempat orang lainnya yang ia temui, membuatnya mengerti arti kehidupannya didunia.

Agak menyedihkan. Memikirkan akan bertemu orang-orang dimasa lalu, menjelaskan tentang kematian dan kehidupanmu, maksudku.

(more…)

Feb22

Double Esspresso – Put an End

@ DOUBLE ESSPRESSO

put an end

Ada beberapa hal yang sulit aku terima di dunia ini. Betapapun itu kisahnya berbeda, tak akan mengurangi berat persoalannya. Betapa dinilai dalam sisi yang berbeda, akan sama artinya untukku.

***

Aku memakai gaun putih selutut. Ada pita gading panjang di hip-ku. Dengan heels paling tinggi di deretan sepatuku. Senada, putih. Aku menggelung rambut panjangku ke arah dalam, dan menjepit tiara kecil di sisi kanan rambutku. Aku memakai lotion dengan glitter di tubuhku. Sinar lampu akan membuatku terlihat stunning.

Aku menyukai diriku yang terlihat seperti putri. Tergoda untuk tampil menarik perhatian, aku memakai sarung tangan putih jala dan menggenggam tas bulu. Aku tersenyum pada pandangan mata yang kagum menatapku.

‘Aku mulai terlihat seperti kakek tua jika berjalan bersamamu.’

(more…)

Feb07

Double Esspresso – When I Look Arround…

when i look arroundPerbedaan.

Perubahan.

Mereka ada.

Aku melihat ke sekelilingku. Aku mengamatinya.

Kadang aku mengingatnya, mencoba mempertahankannya. Kadang sebelum aku menyadarinya, aku sudah melupakannya.

(more…)

You are the Potter, I'm the Clay Follow us Facebook Twiter Twiter Flickr YouTube RSS