Archive for the ‘Double Esspresso’ Category

Apr30

Double Esspresso – Weakness

weakness

Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan. Terlalu banyak. Hal yang terjadi, berulang-ulang atau hal yang belum terjadi. Agar aku mengerti lebih jauh, agar aku tidak terseret lebih jauh. Bagaimana itu bisa terjadi? Aku tidak tahu.

Keira.

Aku, Keira, dengan rambut hitam… rambut hitam yang sudah kembali memanjang hingga ke siku lengan, pagi itu, berjalan di sisi jalan. Berjalan tanpa menatap orang-orang yang lalu-lalang melewatinya. Tidak akan ada yang melirikku dengan tatapan pujian. Tanya Dennis. Dia akan dengan senang memberitahu sebabnya.

‘Selamat pagi. Anda ingin memesan apa?’ Tanyaku. Pria tua itu tidak tersenyum, menjawab lalu kembali pada apa yang ia baca.

(more…)

Apr06

Double Esspresso – Messages

Messages

Any message for me today?

Setiap hari, semua akan berjalan seperti sebagaimana seharusnya hari itu berjalan seperti sebelum-sebelumnya. Um… Sepertinya aku salah.

Kadang itu terdengar seperti audiophile, yang menyanyikan lagu yang kamu kenal, lagu yang menceritakan tentang kamu. Suara yang jernih, audiophile. Menceritakan, menekankan pesan dalam lagu. Hanya dengan satu atau dua instrument yang mengiringi. Jelas. Dan bagiku itu terdengar sedikit menyedihkan. Dan itu terdengar, setelah semuanya itu berlalu.

Entahlah.


Manusia meninggalkan kesan. Dan itu adalah pesan.

Setidaknya, itu menurutku. Dan, manusia selalu membuat pesan. Manusia selalu menerima pesan.

Dan, aku harap, selalu ada pesan ditinggalkan untukku.

Harus ada pesan untukku. Harus ada.

(more…)

Mar25

Double Esspresso – The Most

May each song I have to sing
Be to You a lovely thing, in Your time
In His Time

(Word And music by Diane Ball)

papan tulis blank

Satu hal yang aku kusukai di pagi hari. Pagi yang terlalu pagi bagiku untuk bangkit dari tempat tidur. Pagi yang bagiku, terbangun, dan menyadari ternyata terbangun lebih awal sebelum weker kecilku berdering. Saat aku bergelung dan menutup mata sebentar lagi, untuk merasakan dinginnya udara dan… tertidur sebentar lagi. Aku… menyukainya.

(more…)

Mar25

Double Esspresso – Keira Board List “The Most?”

What things in life you like most?

I know u never make a list. But try to think of it, think about the life items, and what? What appears in your mind? No private one, not a person, just what the world has. Things in this world gives to u, without u asked for it. It just naturally stick and stay in your life?

Its not like u have to pick one thing that u cannot live without. Just pick one that u cannot understand why, but u just love to see or to hear or to have or to do…


A cup of coffee with a newspaper in the morning?

 
Praying?

(more…)

Mar12

Double Esspresso – Be It Unto Me

Be it unto me@ Double Esspresso

Hujan.

Kondisi, membatasi semua yang kuinginkan dan kurindukan.

Aku mulai merindukan malam tanpa hujan.

Lampu jalan di depan coffee shop sudah dinyalakan. Hujan rintik-rintik terlihat jelas dengan pantulan sinar lampu jalan. Cahayanya sedikit kekuningan, hingga butiran air yang jatuh tidak bening seperti biasanya. Kontras sekali dengan warna coffee shop, ungu. Aku sungguh menikmati pemandangan itu. Butiran yang rapi, yang teratur dengan warna kuning. Seperti kilau serbuk peri.

Aku tenggelam dengan buku ditanganku. Sebentar membuatkan espresso untuk beberapa tamu yang datang. Namun, aku kembali dengan halaman-halaman Mitch Albom. The Five People You Meet in Heaven.

Aku sampai pada orang keempat yang ia temui. Istrinya. Ia bertemu dengan istrinya di surga. Dalam ceritanya, istrinya dan keempat orang lainnya yang ia temui, membuatnya mengerti arti kehidupannya didunia.

Agak menyedihkan. Memikirkan akan bertemu orang-orang dimasa lalu, menjelaskan tentang kematian dan kehidupanmu, maksudku.

(more…)

You are the Potter, I'm the Clay Follow us Facebook Twiter Twiter Flickr YouTube RSS