{ minmerry }

You are the Potter, I'm the Clay

The Night of Sevens, The Love Story.

af3-21_72_resize

Source : http://www.davidmalin.com/fujii/source/af3-21_72.html

The 7th day of the 7th month of Lunar Calendar. Hari ke tujuh, bulan ketujuh penanggalan berdasarkan Bulan.

Kamu boleh memanggilnya The Night of Sevens.

Itulah hari ini.

Kisah ini selalu di ceritakan tiga tahun berturut turut oleh mama sebelum aku datang ke Singapore. Hari ini adalah tahun ketiga aku tidak mendengarnya bercerita tentang dongeng ini. Kerinduan dalan hati meluap merindukannya. Cerita terindah yang disimpan dalam Hari ke Tujuh, Bulan ke Tujuh, Calendar Lunar, menurut penanggalan Bulan.

Um….

Mama, dia selalu mengakhiri kisah ini dengan kalimat.

“Selalu hujan di Hari Ke Tujuh Bulan Ke Tujuh…”

Biasanya dia menceritakannya sambil aku mengantarnya pulang ke rumah di dalam mobil.

Malam ini saya akan menceritakannya dengan versi yang paling saya tahu, dan paling saya sukai. Tidak tahu ada berapa puluh versi dalam perbedaan bahasa, budaya… Aku ingin menceritakan yang terindah, terindah, terindah yang Mama ceritakan untukku.

Kisah cinta ini milik sepasang kekasih yang dipisah oleh Kerjaan Surga, sehingga Sang Putri di asingkan di Bintang Vega dan lelaki yang menjadi suaminya diasingkan ke Bintang Altair. Bintang yang berseberangan dipisahkan bimasakti, dimana sesungguhnya mereka terpisah 16 tahun cahaya. Terlalu jauh dan sangat jauh bagi mereka untuk bertemu kembali.

altair_vega_resize
Source : http://www.geocities.jp/senribb/TanabataStars.html

Namun, hanya satu hari…

Kerajaan Surga memiliki 7 orang putri. Putri Terakhir, Putri Ke Tujuh dari Kerajaan Surga sangat pandai sekali menenun, sehingga Raja selalu menugaskan Putri Ke Tujuhnya untuk menenun langit, menenun awan dan menenun pelangi untuk memperindah dunia. Dan Putri Ke Tujuh Kerajaan Surga ini menenunnya dengan sangat menawan. Karenanya, Putri Ke Tujuh ini dinamakan Penenun, Zhinü, The Weaving Maid. Saya suka menamainya Putri Penenun.

Di dunia manusia, hiduplah seorang pria yang gagah, elok rupanya, menawan dan giat bekerja. Ia seorang yatim piatu, dia tinggal bersama dengan kakak iparnya, dan sehari-hari ia mengolah tanah dan bekerja bersama mereka. Hingga mereka meninggal, dia satu-satunya ahli waris dan ia meneruskan mengolah tanah bersama seekor kerbau yang juga adalah warisan untuknya. Dia bekerja, hidup bersama dengan Kerbau itu. Dia dipanggil Si Gembala aka Niulang, The Cowherd.

tanabata_resize

Kerbau yang tinggal bersama, bekerja bersama dengan Gembala ini, adalah kerbau yang abadi di Surga. Karena kesalahannya, ia dihukum di dunia.

Melihat kebaikan hati pemuda ini, suatu hari ia berkata padanya. Jika ia ingin menikah, pergilah ke danau, maka keinginan Gembala ini akan terwujud. Maka sang gembala ini pergi ke danau. Sesampainya ia di danau, ia melihat ke tujuh putri sedang mandi di danau tersebut.

Pemuda ini terpesona dengan kecantikan Putri Ke Tujuh, dia lalu mengambil baju peri milik putri ke tujuh.

Keenam putri lainnya terbang kembali ke surga setelah mandi, putri ketujuh tanpa baju tersebut, ia tidak bisa terbang kembali ke surga.

Kemudian, pemuda ini muncul dan berkata ia tidak akan mengembalikan bajunya jika putri penenun ini tidak menyetujui untuk menikah dengannya. Putri ini menganggumi pemuda ini dari keelokan, ia jatuh cinta padanya. Dengan malu-malu, maka Putri ini pun setuju, dan mereka menikah, bahagia, dan lalu memiliki dua anak dua tahun kemudian.

Namun, langit, awan-awan, dan pelangi tidak seindah dulu. Tidak seindah yang ditenun Putri ketujuh kerajaan Surga. Dewa Surga merindukan putrinya, maka ia meminta nenek dari putri ke tujuh untuk turun kedunia untuk menjemputnya kembali.

Nenek berhasil menemukan Putri ke Tujuh, mengambil kembali baju perinya, dan membawanya kembali ke surga.

Kehilangan istrinya, Sang Gembala ini sangat berduka. Hingga kerbaunya lalu berbicara padanya, mengatakan bahwa jika sang gembala membunuhnya, dan memakai kulitnya, ia bisa terbang ke Surga dan mencari istrinya.

Dengan hati hancur, ia membunuh sahabatnya, menggunakan kulitnya dan membawa kedua buah hatinya ke Surga untuk mencari istrinya.

061212_Westlake_t6402_resize

Source : http://www.exploresteamboat.com/news/2012/jun/11/jimmy-westlake-summer-triangle/

Sang Nenek mengetahui hal ini, lalu menggunakan tusuk rambutnya menggores langit hingga terbentuklah satu bimasakti untuk memisahkan Bintang Vega dan Bintang Altair. Vega adalah dimana Putri Penenun berada untuk menenun kembali awan-awan, langit-langit dan pelangi yang indah. Sedangkan Sang Gembala berada di Bintang Altair, dipisahkan bimasakti, dimana Sang Gembala tidak mungkin menyebrangi lautan bima sakti dan bersatu dengan Istrinya. Setiap hari, Sang Gembala melihat istrinya dari seberang menenun dengan pilu, dan Putri Ke tujuh melihat suaminya bersama anaknya.

Kisah ini menyentuh hati burung-burung Murai begitu dalam hingga pada hari ini, Burung-burung Murai berkumpul, dan membentuk satu jembatan, Hari ke Tujuh Bulan ke Tujuh dimana Dewa Surga mengizinkan mereka bertemu dengan Burung-Burung Murai sebagai jembatan.

Konon Hari ke Tujuh Bulan ke Tujuh, tidak akan ditemukan burung Murai dimanapun. Karena Burung-burung tersebut terbang ke surga dan membentuk jembatan bagi keduanya. (“the bridge of magpies) Dimana dalam satu tahun mereka hanya bisa bertemu karena di jembatan ini. Dan Jika hari ke Tujuh Bulan ke Tujuh turun hujan, … itu adalah airmata sepasang kekasih ini.

254841_484015894950570_109445087_n

Katakan aku adalah seekor dari Murai itu, yang tersentuh dan meneteskan air mata saat menuliskan cerita ini, tersentuh akan dongeng ini.

Belum terlalu malam untuk membuka jendela, dan melihat kedua bintang paling terang di musim panas ini bertemu. Bukankah selalu menenangkan hati melihat bintang-bintang? Seolah ada cerita indah yang tiada habisnya, dan bintang-bintang ini memberi semangat dengan keindahannya sendiri, dan langit gelap akhirnya membawa hal yang indah. I hope it adds one more story of the star for you.

Milky Way

Source :http://www.sciencephoto.com/media/332391/enlarge

Dan belum terlambat menyadari sungguh beruntungnya aku berada didekat yang kukasihi.

Kisah ini juga dikenal dengan Festival Tanabata di Jepang, yang mewarnai komik-komik kesukaan remaja-remaja :)

Happy Chinese Valentine Days, Mom :) We both missed daddy.

And I love you, My Cowherd.

So… she was right, it rains again today.

-

“Every Rainy Day I miss you so much

waiting for the day when we will meet again.

why does raining sky make me sorrowful for no reason…”

- Western Sky -

***

Vega-deneb-altair_resize
Source : http://www.greatdreams.com/sacred/return_of_the_feminine.htm

Ps. You may found so many version of this fairy tale, but same version of this tale also. Just search on google :)

 

 

 

4 comments on “The Night of Sevens, The Love Story.

  1. hai hai on said:

    cinta
    jangankan jarak
    maut pun tak mampu pisahkannya

  2. Love the way you presented the story, really talented, you really need to expand this talent and maybe by send it to publisher, magazine or etc. Just do something with it, I am sure you will be a success writer. I always believe it.

  3. minmerry on said:

    Thanks Ci :) What a compliment you gave me, its just made my day :) And thanks for you believe in my talent. I will do my best, to write awesome things in my life.

  4. minmerry on said:

    @ Hai – Hai :
    Your 3 line of words, are really strong to summarize the whole story. Appreciate it, and I like it. Thanks for reading, Ko. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

HTML tags are not allowed.