
Actually I watched this movies, first because my hubby, and second, highly recommended by my friend. Ini movie kedua yang aku dan hubby tonton di Sing. Pertama Harry Potter dan ini yang kedua. Haha. Ga bisa sering2 nonton disini, karena untuk hari biasa, satu tiket = S$ 8 – weekdays. (But for student cheaper, of course…)
Semangat menulis review felem ini karena menurut aku, rate-bagusnya-felem-ini bener2 tinggi!!! Seriously, HIGHLY RECOMMENDED! Bener2 buagus. I’m not a fan of kung fu movies, but I give my four thumbs for this one.
Ok, Ok… enough iklannya :P
Let start …
———————————————-
SHAOLIN (2011)
Director: Benny Chan
Cast: Andy Lau, Nicholas Tse, Jackie Chan, Fan Bingbing, Wu Jing, Xing Yu, Yu Shaoqun, Xiong Xin Xin, Yue Hoi
Film ini dengan setting “The Shaolin Temple”, bercerita tentang zaman setelah jatuhnya Dinasty Qing, Zaman dimana munculnya “Warlords” yang bertempur tak habis-habisnya memperebutkan kekuasaan dan wilayah di China. Selain itu tak lepas juga pengaruh dari barat yang siap-siap menerkam dan mengambil keuntungan dari situasi China yang buruk/tidak stabil.
Hou Jie (Andy Lau) adalah salah satu Warlord yang berkuasa saat itu, mengejar seorang perwira/penguasa wilayah bernama Huo Long untuk menguasai dan memperluas kekuasaan Dengfeng. Hou Jie (Andy Lau) adalah warlord yang kejam dan tidak mengenal belas kasihan saat itu.
Scene awal sudah sangat mengguggah hati.
Satu wilayah pertempuran penuh dengan mayat. Monks (Bhiksu dari Kuil Shaolin) berdiri diantara mayat2, mendoakan dan berusaha menyelamatkan/mencari yang masih hidup. Disinilah pasukan Hou Jie mulai mencecar Huo Long. Hingga Huo Long sampai pada Shaolin Temple dan bersembunyi. Hou Jie mengejar hingga ke Shaolin Temple. Shaolin Temple saat itu melakukan pekerjaan dan bagian mereka dengan sangat baik. Mereka menolong dan memikirkan keselamatan rakyat. Mereka memberikan apapun yang mereka punya untuk rakyat yang menderita dibawah kuasa-kuasa Warlords saat itu.
Huo Long meminta pengampunan pada Hou Jie, ia menyerahkan peta untuk menemukan harta karunnya pada Hou Jie. Hou Jie tidak mau mengampuninya.

“Before I see them dead, then I cannot sleep well at night.”
Itu perkataannya (Hou Jie) sebelum menembak Huo Long hingga mati, dan melecehkan Sholin Temple.
***
Hou Jie memiliki satu perwira/tangan kanannya bernama Cao Man (Nicholas Tse).
Dalam kemenangan pertempuran melawan Huo Long, harta dan wilayah yang berhasil direbut Hou Jie seharusnya dibagi dengan Song Hu (Shi Xiaohong), senior dari Hou Jie. Konon Song Hu adalah senior yang membesarkan Hou Jie menjadi warlord yang berkuasa saat ini.
Namun karena Song Hu sudah tua dan tidak memiliki ambisi lagi, dia tidak bertanya apapun pada Hou Jie, yang ternyata membuat Hou Jie gusar menyangka Song Hu ingin merebut semuanya.
Ketulusan Song Hu tidak dirasakan Hou Jie. Song Hu bahkan ingin agar putranya ditunangkan dengan putri Hou Jie sejak kecil, karena kasihnya pada Hou Jie.
Hou Jie gusar karena tidak mempercayai seniornya, dia merencanakan pembunuhan terhadap Song Hu saat malam pertunangan putrinya. Cao Man (Nicholas Tse) ditugaskan untuk mengatur waktu dan rencananya.
Pada malam pertunangan, Hou Jie tidak tahu sama sekali, Cao Man merencanakan pengkhianatan, mengatur assassins untuk membunuh Hou Jie, keluarga nya dan semua yang ada disitu.
Song Hu menyelamatkan Hou Jie, setelah dia ditembak oleh tangan Hou Jie sendiri. Dalam pengkhianatan itu, Hou Jie kehilangan putrinya akibat pertempuran karena terluka terlalu parah.
Putrinya terlempar dari kereta kuda ke bawah tebing, Hou Jie demi menyelamatkan anaknya, ia juga meloncat ke bawah tebing. Assassin yang ingin membunuhnya menyangka ia benar mati.
Hou Jie yang bersembunyo, dari bawah tebing ia mendengar suara lonceng. Lonceng dari Shaolin Temple.
Dengan putus asa dan tak terkendali, Hou Jie berlari meminta pertolongan pada Monks-Monks disana. Beruntung, saat pertempuran, istrinya Yan Xi (Fan Bing Bing) berhasil ditolong Monks yang sedang mencuri beras untuk rakyat yang sedang kelaparan malam itu. Beberapa Monks merencanakan pencurian karena kehabisan ide, persediaan makanan mereka sungguh menghkhawatirkan,sementara korban semakin banyak.
Sesampainya di Shaolin Temple. Putri Hou Jie sudah terluka terlalu parah. Ia meninggal beberapa menit setelahnya. Sebelum meninggal putrinya berpesan agar ayahnya tidak marah, dan tidak berkelahi lagi.
Malam sebelumnya putrinya memberikan lukisan untuk ayahnya. Satu-satunya peninggalan dari putrinya yang tersisa.
Yan Xi, Istri Hou Jie tidak bisa menerima dan menyalahkan Hou Jie atas ketamakan dan kesalahannya. Ia meninggalkan suaminya dan pergi dari Shaolin Temple keesokan harinya.
Hou Jie marah dan kecewa. Hingga ia bertemu dengan Wudao (Jackie Chan). Jackie memainkan peran yang lucu sekaligus bijaksana, dengan aksen yang aneh, juga ekspresi yang damai. Ia tidak pernah meninggalkan Shaolin Temple dan hanya tahu memasak. Ia tidak percaya diri untuk mempelajari kungfu, namun teknik ia membuat makanan, menggiling adonan dan mengangkat kuali, untuk ribuan orang setiap harinya, tak ia sadari adalah kungfu yang luar biasa. Dia memimpin little monks yang selalu bertugas untuk membagikan makanan pada rakyat yang kelaparan akibat dari perang yang berkepanjangan.



Hou Jie tinggal bersama Wudao. Dari scene ini, aku dah mulai ga bisa menahan air mata. Hou Jie/ Andy Lau memainkan actingnya dengan baik sekali. Dia tidak banyak berbicara, hanya menggenggam satu kertas hasil lukisan putrinya, lukisan dirinya. Air matanya menggenang dan ia terus menyesali kekejaman hatinya, kejahatan dan masa lalunya.

Wudao menghiburnya. Bertanya putrinya harus di semayamkan ataukah harus dikremasi.
Andy Lau mendengar sambil menangis, ia melahap semangkuk mie yang disodorkan padanya, mendengar putrinya harus dimakamkan atau dikremasi, dan tak mampu menahan air matanya. Ia benar-benar berakting bagus sekali.
Aku tahu pedihnya saat harus makan ketika menangis. Saat harus mengeluarkan kesedihan, semua kesedihan, juga harus dengan kuat menelan semua kepahitan hidup.

***
Hou Jie tinggal cukup lama, hingga akhirnya ia mengambil gunting dan memotong rambutnya. Ia mengambil keputusan menjadi monks dan mulai hidup lepas dari segala hal duniawi. Ia menanggalkan segala kekejaman, ketamakan dan hal-hal pahit dalam hatinya dan memelihara hati yang jernih. Shaolin menerimanya dengan tangan terbuka.
Ia belajar tentang prinsip Shaolin, ajaran dan mendapat pencerahan. Ia membagikan makanan kepada yang miskin bersama wudao, belajar kung fu dengan senior-senior lain di shaolin temple. Ia menjadi seseorang yang benar benar “berubah” dan “baru”.
Cao Man terus mengejar Hou Jie. Cao Man berkerja sama dengan pihak asing, membunuh penduduk yang diperkerjakan dan membunuh mereka. Situasi semakin tidak terkendali karena Cao Man membunuh semakin banyak orang.
Saat mendengar Hou Jie masih hidup dan berada di Shaolin temple, dia mengejar Hou Jie semakin ganas.
Hou jie tahu, kekejaman dan kepahitan di hati Cao Man sebagian besar adalah karena dirinya. Namun peperangan tak bisa dihindarkan. Cao Man menangkap Hou Jie.

Yang adalah rencana dari Hou Jie, untuk mengulur waktu, supaya senior-seniornya bs membebaskan tawanan. Salah satu senior Hou Jie di Shaolin Temple meninggal dibunuh Cao Man. Tawanan berhasil dibebaskan. Hou Jie berhasil diselamatkan, namun pengejaran tetap berlangsung. Adegannya sungguh menyedihkan. Betapa mereka berusaha dan merelakan nyama untuk keselamatan sesama.
Pengungsian di lakukan.
Hou Jie menyemangati Wu Dao. Dia satu-satunya yang harus memimpin rombongan, rakyat dan semua penduduk untuk meninggalkan Shaolin Temple. Cao Man akan kembali dan membunuh semuanya.
Dan Wu Dao dengan rendah hati memimpin rombongan itu. Beberapa saat setelahnya Cao Man bersama tentara dan assassins menyerang Shaolin.

Pihak asing yang semula berkerja sama dengan Cao Man berkhianat dan membom Shaolin Temple.
Hou Jie tewas karena dalam pertempurannya, namun ia berhasil menunjukan kasih dan ketulusannya dan mungkin rasa bersalahnya karena membuat Cao Man merasa diperalat hingga membiarkan kekejaman merasuki dirinya. Hou Jie tahu sebagian besar adalah karena dirinya yang membuat Cao Man seperti ini.
Cao Man diperankan dengan saaaangaaat baik sekali oleh Nicholas Tse. Eskpresinya yang sedikit psycho, dikuasai kekejaman dan nafsu membunuh. Ia benar2 dirasuki perannya dengan baik.
Pemboman, penyerangan dalam satu hari itu, penyerangan oleh Cao Man juga oleh tentara asing yeng berkhianat membuat Shaolin Temple hancur dalam satu hari. Senior-senior Monks tewas dalam pertarungan yang hebat. Kepala Bikshu / Abbot meninggal karena melindungi murid-muridnya.
Dalam kisah sesungguhnya, Shaolin memang pernah dihancurkan. (diceritain ama my hubby) Dan akhirnya mereka berdiri lagi.
Wu dao yang dalam perjalanannya memimpin penduduk dan little monks, di tebing menyaksikan hal yang menorehkan kepedihan hati itu dan berkata “Shaolin spirit will continue to live in them even though the temple has been destroyed.”

Kisah ini menampilkan kasih, ketulusan Shaolin Temple yang mewakili Buddhisme terhadap hidup dan sesama. Kisah ini. Film ini tidak hanya menampilkan kung fu yang apik, bintang-bintang/ pemain berbakat luar biasa, juga acting yang brilliant. Setiap scene penuh dengan ritme, alur dan kesan yang menggugah hati. Setiap ucapan dan tindakan monks/ shaolin adalah nasihat bijaksana yang penuh arti.
Thumbs UP!!!
Film ini diakhiri dengan scene mundur (sebelum penyerangan terakhir) dimana Hou Jie memberikan abu putrinya pada istrinya. Dia berkata “sekarang, biarkan dia yang menjagamu.”

Itu kali terakhir istrinya melihat Hou Jie. Dan ia selamat, mengikuti barisan yang dipimpin Wu Dao untuk mengungsi.
Ps. Film ini memakai little monks sungguhan lho :D Menurut satu blogger yang mengikuti berita pembuatan film ini, dan dia membaca dari satu majalah, little monks ini menangis saat pembuatan film selesai. Mereka begitu gembira selama pembuatan film, dan setelah usai mereka tidak mau berpisah dengan dua idola besar mereka. Andy Lau dan Jacky. Namun, Andy Lau yang baik hati, menghibur mereka, dan berjanji akan mengajak mereka ke konser nya bulan depan. :DDDDD
Info diambil dari sini : (http://mj-mymoviecritic.blogspot.com/2011/01/shaolin-2011.html?showComment=1297397318879#c782727423257334450) —> ditulis dengan baik sekali :)))
A very touching movie by Benny Chan.

Jika resensi ini ada kesalahan, mohon dikoreksi yaaaaa….. Soalnya nontonya sampe susaaahhhh banget, tertekan, nangis ampe parah. Sedih banget.
Kalo belum nonton, cepetan. Sungguhan deh. I really love it.
And like always, malam itu, aku pulang dengan sedikit-sesuatu-yang-berbeda. :))))
Have a nice weekend everyone….
Ini adalah soundtrack movie Shaolin, which is dinyanyikan dan di tuliska dengan baiiik sekali. Enjoy it !!!
—————————————————————–
For the awesome trailer :
For the soundtrack :











nek, gue, baru nonton nih Shaolin setelah si dvd ngumpet di laci hingga setaonan, hihihi, nice movie at all, meski bete gara2 rekaman dvdnya dikorupsi!!! pengen gue cekik si penjual dvd-nya lo pas nonton!!
Bagus ho? ^^ I cried sampe huhu haha di 21. A very must watch one. So how? Udah ntn ampe full?