Karena rencana ke depan, maka ada yang harus di let go. Salah satunya adalah my dogs. Yes, my Mike dan Bie Bie. Mereka diambil (I mean, diadopsi). Dan, really, minggu siang, orang tua adopsinya datang. Seperti yang sudah dijanjikan.
What I felt?
Ouch.
Ouch.
Yang pertama masuk adalah Ketua Perkin Sumut, berbarengan dengan kedua anaknya. Datang langsung mengecek Mike dan Bie Bie. Tidak banyak bicara. Trus belakangan, mereka menyusul masuk, keluarga baru yang hendak mengadopsi my dogs. Dia adalah teman of my sister…
Jujur, aku menyukai mereka. Mereka keluarga yang biasa-biasa saja. Selama mereka memiliki anak yang agak agak mirip myself. No need to worry.
But! But, rumah ini 2x lebih kosong dari sebelumnya.
Due keberangkatan agak dekat. Dan aku sangat worry, jika sampai waktunya, aku tidak mampu menemukan parents yang cocok u Mike dan Bie. So, seminggu yang lalu, I ask my sis for help. And she organizes all stuff for me. All I have to do is just prepare myself and sure about my decision.
Here I am.
Saat aku turun ke lantai bawah, ga ada lagi suara whinning Mike yang minta snack, minta keluar untuk pipis atau hanya untuk guling-guling di lantai, ga ada lagi yang duduk melamun nemenin aku masak (of course..), ga ada lagi si gendut, my dear Mike, di rumah ini. I love mike more than the little one, Bie Bie. Somehow, bie bie agak agresif dan aku kurang menyukainya. Mike jauh lebih patuh dan sensitifff…. Kalo dibentak saja, udah mengurung diri dan merenungi nasib. Itu yang sangat membekas dihatiku dan sanke.
Dan I have to mention, mereka udah gradute dari toilet manner lho. Tinggal bilang pipis dan ‘ee’, mereka akan lakukan dengan gaya bebas dan gaya khas mereka sendiri.
Mereka adalah kedua kalinya, aku mengadopsi anjing. Kedua kali ini, lebih istimewa. Karena yang pertama, bukan aku yang membersihkan pup dan pipis. Bukan aku yang feed them. Semua dilakukan Mum. Malah, Sisi, my first dog yang lebih dewasa dari aku saat itu. Sisi adalah gift from daddy pas aku 7 tahun. Kita berjalan kaki, berdua, bergandengan tangan, menuju satu rumah. Dan dalam perjalanan pulang, aku menggendong my first dog.
So, actually kalo pas aku dirumah, dan ada preman-preman yang manggil-manggil minta uang keamanan, dan pas mum tidak ada, sisi akan berdiri di depan aku. Aku akan jongkok bersembunyi, sisi berdiri dengan gagah di depan menutupi aku, menggonggong hingga preman-preman itu menyerah dan pergi. Setelah itu, dengan cueknya dia akan kembali ke fave spotnya dan bobo siang. Mum biasanya keluar rumah saat siang hari, karena aku juga bobo siang.
Dulu, ketika masih banyak preman disekitar rumah, siang hari mereka akan datang untuk meminta uang seenaknya. Dan dari penampilanku (cebol, rambut yg oshin banget, masih pake seragam SD), aku tahu sebaiknya ga keluar (pedofilia selalu ada dimana mana, right?) Mum tidak mengizinkan aku membuka pintu untuk siapapun, bahkan yang aku kenal, jika Mum tidak ada dirumah. Mum tidak mengizinkan aku memberikan uang dalam kasus apapun, jika Mum ga ada dirumah. Aku tidak pernah melanggarnya. So, I hide loh… Mum raise me with to become a very sensitive person to alert of crime.
Back to dogs… (*sob*)
Dan kedua kali ini, saat memelihara Mike dan Bie Bie, aku merasa, masih belum cukup pintar dan telaten mengurus mereka. Kadang kemalasan atau ketidaktahuan penyebabnya. Excuses. Dan jika ada ketiga kalinya, aku sungguh berharap bisa menemukan anjing dengan karakter Mike. Dia sungguh lucu. Dan jika ada ketiga kalinya, aku berjanji dan memaksa sanke berjanji pada diriku, untuk membelikanku dog yang masih baby.
Meski mereka udah ga dirumah. Tapi aku masih menganggap mereka ada. Schizoprenia. Aku masih memanggil nama mereka, kebiasaan. Saat aku keluar aku masih mengatakan ‘Bye, mike…’ Saat turun ke lantai bawah, masih tetap menyapanya dan menatap tempat dia berada biasanya.
Schizoprenia.
Aku dan sanke mencoba membayangkan Mike akan seperti Hachiko. Run for miles to home and find us. Membayangkan Mike berlari 2 putaran saja sudah minta digendong, so sangat mustahil mengharapkan dia berlari kembali ke rumah. Haha.
I trust that they will be just fine. Coz Mike dan Bie Bie are good dogs. They adorable and charming. I just gonna miss them a lot. Usually when I writing blog upstairs, they making noise di lantai bawah. Today, is just double silent. Double alone.
Note :
Thanks for Cie, My sis, who help me to organize all adopt stuff. And all share, care. She is really one of millions. She loves dog more than others. And I am happy for her, after she lives with three dogs, she is really happy.
Thanks for sanke, for bring Mike and Bie Bie for me. Wait, remember your promise ya?
Thanks for Daddy (now in heaven). Not all girls have their first dog on seven. You make my childhood perfect, dad…







I hate u!!!!!
U always and always made me tears a lot!!!!!
Hate u.. hate hate hate u…
:) cheer up! :) everything will be fine!
Damian : Yes, thanks… Tinggal menunggu janji papi dipenuhi, sepulangnya dia akan memberikanku puppy. Kalian jadi saksinya ya. Hahaha. Kalo dia menyangkal, semoga ayam berkokok tiga kali. Hahaha… Really, thanks.
@Feb : Lho? Lho? Ini nangis juga? Berapa jam? Tuh tissue jangan abis semua, save the planet, “global warming” warning. Haha.
Parah.
Mike suka semangka, brokoli, sampe kacang mayashi. Semoga tuan barunya suka ngemil…