<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Genius karena aktivasi otak tengah? Mitos, science atau pseudoscience?</title>
	<atom:link href="http://minmerry.com/2010/04/03/genius-karena-aktivasi-otak-tengah-mitos-science-atau-pseudoscience.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://minmerry.com/2010/04/03/genius-karena-aktivasi-otak-tengah-mitos-science-atau-pseudoscience.html</link>
	<description>You are the Potter, I&#039;m the Clay</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 19:23:44 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: sujarwobudiman</title>
		<link>http://minmerry.com/2010/04/03/genius-karena-aktivasi-otak-tengah-mitos-science-atau-pseudoscience.html/comment-page-2#comment-6659</link>
		<dc:creator>sujarwobudiman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 04:21:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://minmerry.com/?p=729#comment-6659</guid>
		<description>maaf jika kata2 salah atau menyinggunng perasaan orang lain,banyak komentar yang masuk berkaitan dengan aktivasi otak tengah ada yang negatif ada yg positif menanggapinya,tapi saya punya pendapat sendiri tentang hal ini,terlepas dari segi ilmiah karena aq sendiri tdk paham tentang science,secara pemikiran orang awam memang fenomena yg terjadi jika anak yg ditutup mata bisa melihat,berjalan dengan mata tertutup tan menubruk dll,memang nyata adanya sebab udah saya buktikan sendiri terhadap anak saya sendiri,semula saya sekitar awal tahun 2010 ada pameran di kabupaten saya dan didalamnya ada stan gmc yang lagi demo dengan anak2 kecil yang matanya di tutup ,pertama agak heran dan sinis menanggapinya dan anak saya melihat juga waktu itu, sempat diksih brosur waktu oleh gmc,sampai di rumah jadi tanda tanya bagi kami sekeluarga,antara ya dan tidak untuk mengikutkan anak kami dalam prokgram itu,pada keesokan harinya tampaknya anak kami antusias tuk bisa membaca dengan mata tertutup,tiba2 saya punya isiatif tuk coba2 dengan tehnik sendiri yang belum di coba ke anak lain,yaitu dengan meningkatkan naluri anak hingga kepekaan tertentu dengan mengatur konsentrasi dan pernafasan anak (anak kami klas 3 sd dan teori pernafasan q pelajari waktu dulu ketika ikut beladiri) perlahan2 anak bisa mengontrol apa yg terdapat di lingkungan,kemudian anak saya tutup mata alhasil anak bisa mengenali benda apa yg saya tunjukan,besoknya anak saya bisa berjalan dgn mata tertutup dan trus meningkat kelatihan2 berikutnya tanpa bimbingan gmc,jadi dengan apa yang terjadi pada saya saya bisa menarik kesimpulan sendiri tnpa pertimbangan ilmiah karena saya tdk tahu tentang science bahwa apa yg diajarkan oleh gmc adalah BUKAN BOHONG hanya mungkin penyebutan tentang akt otak tengah memang membutuhkan penelitian lebih lanjut,sebab kalo naluri pada manusia memang ada bahkan pada hewan juga diakui oleh para pakar,dan semua manusia memiliki naluri tergantung tiap manusia itu peka apa tidak,dan mungkin teori gmc adlah salah satu untuk membuat peka naluri anak,terlepas otak mana yg mengolah hal naluri ini,tapi kegiatan gmc adalah benar adanya dan bukan hal bohong adanya,kalo saudara2 yg gak percaya coba dekati anak yg sudah peka nalurinya atau anak buah gmc,coba anda pasang sendiri alat penutupnya sekiranya tdk ada celah,coba praktekan apa yang meragukan anda,dan saya yakin mereka akan bisa melakukan apa yang anda perintahkan,dan hal ini memang tdk ada hubungannya dengan mistis,trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf jika kata2 salah atau menyinggunng perasaan orang lain,banyak komentar yang masuk berkaitan dengan aktivasi otak tengah ada yang negatif ada yg positif menanggapinya,tapi saya punya pendapat sendiri tentang hal ini,terlepas dari segi ilmiah karena aq sendiri tdk paham tentang science,secara pemikiran orang awam memang fenomena yg terjadi jika anak yg ditutup mata bisa melihat,berjalan dengan mata tertutup tan menubruk dll,memang nyata adanya sebab udah saya buktikan sendiri terhadap anak saya sendiri,semula saya sekitar awal tahun 2010 ada pameran di kabupaten saya dan didalamnya ada stan gmc yang lagi demo dengan anak2 kecil yang matanya di tutup ,pertama agak heran dan sinis menanggapinya dan anak saya melihat juga waktu itu, sempat diksih brosur waktu oleh gmc,sampai di rumah jadi tanda tanya bagi kami sekeluarga,antara ya dan tidak untuk mengikutkan anak kami dalam prokgram itu,pada keesokan harinya tampaknya anak kami antusias tuk bisa membaca dengan mata tertutup,tiba2 saya punya isiatif tuk coba2 dengan tehnik sendiri yang belum di coba ke anak lain,yaitu dengan meningkatkan naluri anak hingga kepekaan tertentu dengan mengatur konsentrasi dan pernafasan anak (anak kami klas 3 sd dan teori pernafasan q pelajari waktu dulu ketika ikut beladiri) perlahan2 anak bisa mengontrol apa yg terdapat di lingkungan,kemudian anak saya tutup mata alhasil anak bisa mengenali benda apa yg saya tunjukan,besoknya anak saya bisa berjalan dgn mata tertutup dan trus meningkat kelatihan2 berikutnya tanpa bimbingan gmc,jadi dengan apa yang terjadi pada saya saya bisa menarik kesimpulan sendiri tnpa pertimbangan ilmiah karena saya tdk tahu tentang science bahwa apa yg diajarkan oleh gmc adalah BUKAN BOHONG hanya mungkin penyebutan tentang akt otak tengah memang membutuhkan penelitian lebih lanjut,sebab kalo naluri pada manusia memang ada bahkan pada hewan juga diakui oleh para pakar,dan semua manusia memiliki naluri tergantung tiap manusia itu peka apa tidak,dan mungkin teori gmc adlah salah satu untuk membuat peka naluri anak,terlepas otak mana yg mengolah hal naluri ini,tapi kegiatan gmc adalah benar adanya dan bukan hal bohong adanya,kalo saudara2 yg gak percaya coba dekati anak yg sudah peka nalurinya atau anak buah gmc,coba anda pasang sendiri alat penutupnya sekiranya tdk ada celah,coba praktekan apa yang meragukan anda,dan saya yakin mereka akan bisa melakukan apa yang anda perintahkan,dan hal ini memang tdk ada hubungannya dengan mistis,trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hai hai</title>
		<link>http://minmerry.com/2010/04/03/genius-karena-aktivasi-otak-tengah-mitos-science-atau-pseudoscience.html/comment-page-2#comment-6186</link>
		<dc:creator>hai hai</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 19:26:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://minmerry.com/?p=729#comment-6186</guid>
		<description>Jiwa01, sebagai seorang debunker, saya tidak bisa mengimentari apa yang anda tulis karena salah prinsip yang saya anut adakah membuktikannya sendiri dengan CARA yang benar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jiwa01, sebagai seorang debunker, saya tidak bisa mengimentari apa yang anda tulis karena salah prinsip yang saya anut adakah membuktikannya sendiri dengan CARA yang benar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: minmerry</title>
		<link>http://minmerry.com/2010/04/03/genius-karena-aktivasi-otak-tengah-mitos-science-atau-pseudoscience.html/comment-page-2#comment-6174</link>
		<dc:creator>minmerry</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 08:30:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://minmerry.com/?p=729#comment-6174</guid>
		<description>Halo Jiwa 01, welcome, saya Minmerry, tapi bersahabat baik dengan Hai Hai. Dan Hai Hai kadang membantu membalas komentar di blog ini, :)
saya dah sampekan ke Ko Hai tentang balesan komentar anda. Harap bersabar dan dia pasti segera membalas komentar anda. Kay?
 
Semoga hari anda menyenangkan. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Jiwa 01, welcome, saya Minmerry, tapi bersahabat baik dengan Hai Hai. Dan Hai Hai kadang membantu membalas komentar di blog ini, :)<br />
saya dah sampekan ke Ko Hai tentang balesan komentar anda. Harap bersabar dan dia pasti segera membalas komentar anda. Kay?</p>
<p>Semoga hari anda menyenangkan. :D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jiwa01</title>
		<link>http://minmerry.com/2010/04/03/genius-karena-aktivasi-otak-tengah-mitos-science-atau-pseudoscience.html/comment-page-2#comment-6173</link>
		<dc:creator>Jiwa01</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 06:29:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://minmerry.com/?p=729#comment-6173</guid>
		<description>@ Sdr Hai-Hai

Sekarang mengenai Tenaga Dalam Fisik, Ketika saya berkenalan dengan Pelatih Senior Silat ini di awal tahun 80an demo-demo yg dikatakan Sdr Hai-Hai seperti menjatuhkan bohlam untuk memecahkan keramik, menggunakan koran untuk mematahkan pompa dragon dsb hampir tidak pernah diperagakan kala itu. Saya sendiri melihat demo seperti ini ( bohlam-keramik, koran-pompa dragon ) baru awal tahun 90an.

Tapi setahu saya biasanya yg mendemokan bohlam-keramik dan koran-pompa dragon adalah &quot;Perguruan Tenaga Dalam Ilmu Kontak&quot; ( yg mulai populer di awal 90an ) bukan &quot;Perguruan Tenaga Dalam Fisik&quot; yg tetap lebih dominan memperagakan pematahan benda keras dengan jumlah sasaran yg fantastis dimata saya sebagai Karateka -  Pematahan 7 atau 9 sasaran yg setiap sasaran terdiri dari misalnya 4 balok es, 3 batu kali, 6 kikir tanpa sekat, per mobil, 4 beton cor  dsb.

Perguruan &quot;Tenaga Dalam Ilmu Kontak&quot; tidak pernah melakukan pematahan benda keras se-extreem ini. Bahkan Perguruan Karate saya pun tidak pernah melakukan Tameshiwari se-extreem ini  ... saya pernah ditawarkan untuk mencoba Pematahan 7 sasaran seperti ini tapi pada sasaran ke 4 saya sudah tidak lagi sanggup meneruskannya  :D

Sedang demo &quot;Tenaga Dalam Ilmu Kontak&quot; seperti bohlam-keramik dan koran-dragon bagi saya tidaklah mengheran, memecahkan keramik dengan bohlam bisa dilakukan jika bohlam tegak lurus keramik. Begitu pula pematahan pompa dragon dengan koran biasanya digunakan pompa dragon jenis R0 - pompa dragon yg sangat mudah patah. Saya pernah mematahkan dengan jari kelingking pompa dragon jenis ini.  Pompa Dragon ada 4 jenis - jika saya tidak salah ingat yaitu R0, R1, R2 dan R3 - R0 adalah yg paling mudah patah.

Tetapi pematahan benda keras yg saya lihat dalam Perguruan Silat &quot;Tenaga Dalam Fisik&quot; ini menggunakan Balok Es bukan Pompa Dragon. Kebetulan pada saat itu sedang ada Ujian Kenaikan Tingkat dan materi sasaran yg digunakan adalah Balok Es. Tentunya tidak mungkin jika saya harus membawa balok es sendiri ke tempat itu bukan ... repot amat euy  :D 

Jadi cara saya membuktikan Balok Es yg digunakan adalah asli ya dengan memukulnya sendiri. Saya sudah cukup sering melakukan Tameshiwari tentunya saya sudah dapat mengukur kira-kira berapa besar tenaga yg dibutuhkan untuk mematahkan Balok Es. 

Pada saat saya demo kemampuan Tameshiwari saya di depan pelatih itu, saya sempat gagal pada percobaan pertama karna saya salah mengukur kekuatan Balok Es tsb. Setelah saya menambah sedikit Tenaga baru Balok Es tsb patah. Dari sini saya bisa pastikan Balok Es yg digunakan sedikit lebih keras dibanding Balok Es yg biasa saya gunakan untuk Tameshiwari. 

Sedang pada pemilihan Balok Es yg digunakan Pelatih Silat tsb, saya selalu memukul lebih dahulu dengan kekuatan secukupnya untuk memastikan Balok Es tidak rekayasa. Jika Balok Es direkayasa biasanya dengan kekuatan tertentu Balok Es bisa dipatahkan - saya pernah menemui kasus Balok Es direkayasa seperti ini.

...

Pada pematahan Balok Es yg dilakukan Pelatih tsb ada 2 hal yg bagi saya menarik. Pertama yaitu ketika Pelatih tsb menyentuh Balok Es sebentar dan kemudian saya lah - bukan pelatih itu - yg menepuk patah Balok Es tsb, tepukan saya ringan saja dan balok es itu patah. Padahal sebelumnya balok es tsb sudah saya tepak tepuk selama 10 menit dan Balok Es tsb tidak patah. Sedang yg kedua adalah pematahan Balok Es dengan sabuk. Dalam kedua pematahan itu saya sudah check - dgn cara yg sudah saya sebutkan di atas - Balok Es itu Real tidak direkayasa.

Saya sendiri tidak mempermasalahan istilah Tenaga Dalam karna seperti yg saya katakan istilah ini rancu jika digunakan dalam Pencak Silat. Saya tertarik memberi comment dalam blog ini karna sdr Tommy mengatakan apa yg dilakukan praktisi Tenaga Dalam bisa dilakukan oleh seorang Karateka. Dan jujur dengan teknik Karate, saya tidak bisa melakukan pematahan Balok Es seperti di atas. 

Mungkin Sdr Hai-Hai bisa melakukan pematahan Balok Es seperti di atas ... silakan dibabar caranya.

Salam

PS : Mengenai saran &quot;bila hendak menguji, sebaiknya barangnya bawa sendiri&quot; - saya punya cerita menarik dengan Pelatih Senior ini.

Saya kebetulan pernah mengantar Pelatih ini untuk mencari bahan material Ujian Kenaikan Tingkat Perguruan ini - saya pernah mengatakan saya tahu tempat menjual barang material yg murah berkualitas. Pada salah satu Toko Material, saya sempat memilih satu jenis kikir yg saya anggap cukup keras dan menanyakan bagaimana kalo kikir jenis ini saja yg digunakan. Pelatih ini kemudian memegang salah satu ujung kikir ( ujung yg lancip ) dengan tangan kirinya sedang ujung lainnya ( ujung yg lebar ) dijepit dengan menggunakan jempol dan telunjuk tangan kanannya. Dengan gerakan perlahan Pelatih ini memotes - memutar jempol dan telunjuknya - hingga ujung kikir itu patah sedikit.

Pelatih ini kemudian mengatakan &quot;Jangan yg ini ... masih gampang patah &quot;. Baru setelah pada suatu Toko kami menemukan kikir yg tidak bisa dipotes patah - akhirnya kami memesan kikir pada Toko tsb. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala aja ... ternyata begitu ya cara milih bahannya :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Sdr Hai-Hai</p>
<p>Sekarang mengenai Tenaga Dalam Fisik, Ketika saya berkenalan dengan Pelatih Senior Silat ini di awal tahun 80an demo-demo yg dikatakan Sdr Hai-Hai seperti menjatuhkan bohlam untuk memecahkan keramik, menggunakan koran untuk mematahkan pompa dragon dsb hampir tidak pernah diperagakan kala itu. Saya sendiri melihat demo seperti ini ( bohlam-keramik, koran-pompa dragon ) baru awal tahun 90an.</p>
<p>Tapi setahu saya biasanya yg mendemokan bohlam-keramik dan koran-pompa dragon adalah &#8220;Perguruan Tenaga Dalam Ilmu Kontak&#8221; ( yg mulai populer di awal 90an ) bukan &#8220;Perguruan Tenaga Dalam Fisik&#8221; yg tetap lebih dominan memperagakan pematahan benda keras dengan jumlah sasaran yg fantastis dimata saya sebagai Karateka &#8211;  Pematahan 7 atau 9 sasaran yg setiap sasaran terdiri dari misalnya 4 balok es, 3 batu kali, 6 kikir tanpa sekat, per mobil, 4 beton cor  dsb.</p>
<p>Perguruan &#8220;Tenaga Dalam Ilmu Kontak&#8221; tidak pernah melakukan pematahan benda keras se-extreem ini. Bahkan Perguruan Karate saya pun tidak pernah melakukan Tameshiwari se-extreem ini  &#8230; saya pernah ditawarkan untuk mencoba Pematahan 7 sasaran seperti ini tapi pada sasaran ke 4 saya sudah tidak lagi sanggup meneruskannya  :D</p>
<p>Sedang demo &#8220;Tenaga Dalam Ilmu Kontak&#8221; seperti bohlam-keramik dan koran-dragon bagi saya tidaklah mengheran, memecahkan keramik dengan bohlam bisa dilakukan jika bohlam tegak lurus keramik. Begitu pula pematahan pompa dragon dengan koran biasanya digunakan pompa dragon jenis R0 &#8211; pompa dragon yg sangat mudah patah. Saya pernah mematahkan dengan jari kelingking pompa dragon jenis ini.  Pompa Dragon ada 4 jenis &#8211; jika saya tidak salah ingat yaitu R0, R1, R2 dan R3 &#8211; R0 adalah yg paling mudah patah.</p>
<p>Tetapi pematahan benda keras yg saya lihat dalam Perguruan Silat &#8220;Tenaga Dalam Fisik&#8221; ini menggunakan Balok Es bukan Pompa Dragon. Kebetulan pada saat itu sedang ada Ujian Kenaikan Tingkat dan materi sasaran yg digunakan adalah Balok Es. Tentunya tidak mungkin jika saya harus membawa balok es sendiri ke tempat itu bukan &#8230; repot amat euy  :D </p>
<p>Jadi cara saya membuktikan Balok Es yg digunakan adalah asli ya dengan memukulnya sendiri. Saya sudah cukup sering melakukan Tameshiwari tentunya saya sudah dapat mengukur kira-kira berapa besar tenaga yg dibutuhkan untuk mematahkan Balok Es. </p>
<p>Pada saat saya demo kemampuan Tameshiwari saya di depan pelatih itu, saya sempat gagal pada percobaan pertama karna saya salah mengukur kekuatan Balok Es tsb. Setelah saya menambah sedikit Tenaga baru Balok Es tsb patah. Dari sini saya bisa pastikan Balok Es yg digunakan sedikit lebih keras dibanding Balok Es yg biasa saya gunakan untuk Tameshiwari. </p>
<p>Sedang pada pemilihan Balok Es yg digunakan Pelatih Silat tsb, saya selalu memukul lebih dahulu dengan kekuatan secukupnya untuk memastikan Balok Es tidak rekayasa. Jika Balok Es direkayasa biasanya dengan kekuatan tertentu Balok Es bisa dipatahkan &#8211; saya pernah menemui kasus Balok Es direkayasa seperti ini.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Pada pematahan Balok Es yg dilakukan Pelatih tsb ada 2 hal yg bagi saya menarik. Pertama yaitu ketika Pelatih tsb menyentuh Balok Es sebentar dan kemudian saya lah &#8211; bukan pelatih itu &#8211; yg menepuk patah Balok Es tsb, tepukan saya ringan saja dan balok es itu patah. Padahal sebelumnya balok es tsb sudah saya tepak tepuk selama 10 menit dan Balok Es tsb tidak patah. Sedang yg kedua adalah pematahan Balok Es dengan sabuk. Dalam kedua pematahan itu saya sudah check &#8211; dgn cara yg sudah saya sebutkan di atas &#8211; Balok Es itu Real tidak direkayasa.</p>
<p>Saya sendiri tidak mempermasalahan istilah Tenaga Dalam karna seperti yg saya katakan istilah ini rancu jika digunakan dalam Pencak Silat. Saya tertarik memberi comment dalam blog ini karna sdr Tommy mengatakan apa yg dilakukan praktisi Tenaga Dalam bisa dilakukan oleh seorang Karateka. Dan jujur dengan teknik Karate, saya tidak bisa melakukan pematahan Balok Es seperti di atas. </p>
<p>Mungkin Sdr Hai-Hai bisa melakukan pematahan Balok Es seperti di atas &#8230; silakan dibabar caranya.</p>
<p>Salam</p>
<p>PS : Mengenai saran &#8220;bila hendak menguji, sebaiknya barangnya bawa sendiri&#8221; &#8211; saya punya cerita menarik dengan Pelatih Senior ini.</p>
<p>Saya kebetulan pernah mengantar Pelatih ini untuk mencari bahan material Ujian Kenaikan Tingkat Perguruan ini &#8211; saya pernah mengatakan saya tahu tempat menjual barang material yg murah berkualitas. Pada salah satu Toko Material, saya sempat memilih satu jenis kikir yg saya anggap cukup keras dan menanyakan bagaimana kalo kikir jenis ini saja yg digunakan. Pelatih ini kemudian memegang salah satu ujung kikir ( ujung yg lancip ) dengan tangan kirinya sedang ujung lainnya ( ujung yg lebar ) dijepit dengan menggunakan jempol dan telunjuk tangan kanannya. Dengan gerakan perlahan Pelatih ini memotes &#8211; memutar jempol dan telunjuknya &#8211; hingga ujung kikir itu patah sedikit.</p>
<p>Pelatih ini kemudian mengatakan &#8220;Jangan yg ini &#8230; masih gampang patah &#8220;. Baru setelah pada suatu Toko kami menemukan kikir yg tidak bisa dipotes patah &#8211; akhirnya kami memesan kikir pada Toko tsb. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala aja &#8230; ternyata begitu ya cara milih bahannya :D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jiwa01</title>
		<link>http://minmerry.com/2010/04/03/genius-karena-aktivasi-otak-tengah-mitos-science-atau-pseudoscience.html/comment-page-2#comment-6172</link>
		<dc:creator>Jiwa01</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 06:21:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://minmerry.com/?p=729#comment-6172</guid>
		<description>@ Sdr Hai-Hai

Maaf saya baru sempat baca comment Sdr Hai-Hai ini - sudah lama sekali tidak buka blog ini ... kebetulan ada e-mail dari blog ini ( sdr Tommy ) sehingga saya membaca lagi blog ini.

Dalam dunia beladiri traditional di Indonesia ( Pencak Silat ) sebenarnya tidak dikenal istilah Tenaga Dalam. Mayoritas Pencak Silat tidak mengenal konsep Tenaga Dalam seperti Chi/Qi ataupun jalur khusus Tenaga Dalam seperti Meridian Akupuntur yg dikenal dalam CMA ataupun Chinese Culture. Konsep Tenaga Dalam ( Chi/Qi ) akan sangat bias jika diterapkan untuk Pencak Silat karna memang tidak adanya kesatuan konsep seperti dalam CMA.

Istilah Tenaga Dalam baru populer digunakan Pencak Silat pada tahun 80an melalui publikasi gencar Tabloid Bola ketika itu. Dalam kalangan praktisi biasanya untuk mudahnya dibedakan dari Fenomena yg tampak dipermukaan saja yaitu Fenomena Mental-mentalan ini biasa dikenal dengan Tenaga Dalam Ilmu Kontak dan Fenomena Pematahan Benda Keras yg disebut Tenaga Dalam Fisik. Sebenarnya selain 2 fenomena ini dikenal Fenomena lain yg dikenal dengan Ilmu Kanuragan, Ajian dan sejenisnya - tetapi perguruan jenis ini biasanya sifatnya sangat tertutup.

Sepengetahuan saya Perguruan Silat yg menekankan Ilmu Kontak ( Mental-Mentalan ) biasanya tidak memiliki kemampuan mematahkan benda keras yg baik - walaupun bisa hanya sampai taraf tertentu saja. Sebaliknya Perguruan Silat yg memiliki kemampuan mematahkan benda keras biasanya tidak mengenal Ilmu Mental-Mentalan. Keduanya seakan dua jalur yg berbeda bukanlah satu jalur lurus yg saling berkesinambungan.

Setidaknya ini pemahaman saya tentang  istilah Tenaga Dalam yg dikenal Dunia Pencak Silat di Indonesia.

...

Mengenai Tenaga Dalam Ilmu Kontak ( Mental-Mentalan ), saya sendiri kebetulan pernah mempelajari Hypnosis pada saat saya kuliah dahulu. Dan sewaktu saya menjadi asisten dosen saya pun sempat membantu beberapa riset yg dilakukan dosen saya tentang Hypnosis dan beberapa kasus Hypnotherapy. Hypnosis merupakan salah satu subject pembahasan dari bidang ilmu kuliah saya dulu dan dosen saya ini salah satu yg tertarik meneliti Fenomena seperti ini.

Seperti yg saya katakan istilah Tenaga Dalam adalah istilah baru yg sebenarnya hampir tidak pernah digunakan oleh perguruan pencak silat traditional. Saya pernah bertanya kepada salah seorang praktisi traditional ilmu kontak ini apakah Ilmu nya bisa disebut Tenaga Dalam - Praktisi ini malah balik bertanya pada saya apa itu Tenaga Dalam :D

Salah satu istilah traditional yg sering digunakan untuk ilmu jenis ini adalah Ilmu Batin. Dan aplikasi lain dari Ilmu ini dikenal dengan Fenomena Gendam, Sirep dsj. Saya rasa istilah Ilmu Batin mungkin memang lebih tepat untuk menggambarkan Fenomena ini dibanding Tenaga Dalam. 

Saya sendiri memahami bahwa beberapa Fenomena Tenaga Dalam Ilmu Kontak ini memang masih bisa dijelaskan dengan menggunakan pendekatan Psikologi Alam Bawah Sadar seperti yg biasa digunakan untuk menganalisa Fenomena Hypnosis yg dulu menjadi riset dosen saya semasa saya kuliah dulu. Ini salah satu alasan saya mengatakan istilah Ilmu Batin mungkin lebih tepat dibanding Tenaga Dalam untuk Fenomena ini. Karakteristik Ilmu ini lebih mendekati Ancient Hypnosis.

Tetapi dalam beberapa kasus - misalnya apa yg diperlihatkan Gus Maksum ini - saya agak sulit menjelaskannya dengan pendekatan Psikologi Alam Bawah Sadar. Dulu ketika peristiwa Gus Maksum ini baru-baru terjadi saya sempat mendiskusikannya dengan mantan Dosen saya ini - saya sudah lama lulus waktu itu. Dan kami tidak menemukan penjelasan yg memuaskan tentang Fenomena Gus Maksum ini. Pada saat itu kami berkesimpulan Fenomena ini tidak bisa dijelaskan dengan penjelasan Psikologi  Alam Bawah Sadar.

Entah mungkin jika ada praktisi Hypnosis yg mampu menduplikasikan Fenomena ini - Real dalam situasi kerusuhan nyata seperti yg dilakukan Gus Maksum.

Oya ... Jika anda berhasil menemukan video rekaman kejadian Gus Maksum ini bisa anda share dengan saya ( mungkin bisa lewat japri - sdr Tommy sepertinya tahu e-mail saya - jika tidak ingin memperluas polemik tentang tokoh ini ), saya sendiri hanya sempat menyaksikan sekali pada salah satu berita di Station TV Swasta waktu itu.

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Sdr Hai-Hai</p>
<p>Maaf saya baru sempat baca comment Sdr Hai-Hai ini &#8211; sudah lama sekali tidak buka blog ini &#8230; kebetulan ada e-mail dari blog ini ( sdr Tommy ) sehingga saya membaca lagi blog ini.</p>
<p>Dalam dunia beladiri traditional di Indonesia ( Pencak Silat ) sebenarnya tidak dikenal istilah Tenaga Dalam. Mayoritas Pencak Silat tidak mengenal konsep Tenaga Dalam seperti Chi/Qi ataupun jalur khusus Tenaga Dalam seperti Meridian Akupuntur yg dikenal dalam CMA ataupun Chinese Culture. Konsep Tenaga Dalam ( Chi/Qi ) akan sangat bias jika diterapkan untuk Pencak Silat karna memang tidak adanya kesatuan konsep seperti dalam CMA.</p>
<p>Istilah Tenaga Dalam baru populer digunakan Pencak Silat pada tahun 80an melalui publikasi gencar Tabloid Bola ketika itu. Dalam kalangan praktisi biasanya untuk mudahnya dibedakan dari Fenomena yg tampak dipermukaan saja yaitu Fenomena Mental-mentalan ini biasa dikenal dengan Tenaga Dalam Ilmu Kontak dan Fenomena Pematahan Benda Keras yg disebut Tenaga Dalam Fisik. Sebenarnya selain 2 fenomena ini dikenal Fenomena lain yg dikenal dengan Ilmu Kanuragan, Ajian dan sejenisnya &#8211; tetapi perguruan jenis ini biasanya sifatnya sangat tertutup.</p>
<p>Sepengetahuan saya Perguruan Silat yg menekankan Ilmu Kontak ( Mental-Mentalan ) biasanya tidak memiliki kemampuan mematahkan benda keras yg baik &#8211; walaupun bisa hanya sampai taraf tertentu saja. Sebaliknya Perguruan Silat yg memiliki kemampuan mematahkan benda keras biasanya tidak mengenal Ilmu Mental-Mentalan. Keduanya seakan dua jalur yg berbeda bukanlah satu jalur lurus yg saling berkesinambungan.</p>
<p>Setidaknya ini pemahaman saya tentang  istilah Tenaga Dalam yg dikenal Dunia Pencak Silat di Indonesia.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Mengenai Tenaga Dalam Ilmu Kontak ( Mental-Mentalan ), saya sendiri kebetulan pernah mempelajari Hypnosis pada saat saya kuliah dahulu. Dan sewaktu saya menjadi asisten dosen saya pun sempat membantu beberapa riset yg dilakukan dosen saya tentang Hypnosis dan beberapa kasus Hypnotherapy. Hypnosis merupakan salah satu subject pembahasan dari bidang ilmu kuliah saya dulu dan dosen saya ini salah satu yg tertarik meneliti Fenomena seperti ini.</p>
<p>Seperti yg saya katakan istilah Tenaga Dalam adalah istilah baru yg sebenarnya hampir tidak pernah digunakan oleh perguruan pencak silat traditional. Saya pernah bertanya kepada salah seorang praktisi traditional ilmu kontak ini apakah Ilmu nya bisa disebut Tenaga Dalam &#8211; Praktisi ini malah balik bertanya pada saya apa itu Tenaga Dalam :D</p>
<p>Salah satu istilah traditional yg sering digunakan untuk ilmu jenis ini adalah Ilmu Batin. Dan aplikasi lain dari Ilmu ini dikenal dengan Fenomena Gendam, Sirep dsj. Saya rasa istilah Ilmu Batin mungkin memang lebih tepat untuk menggambarkan Fenomena ini dibanding Tenaga Dalam. </p>
<p>Saya sendiri memahami bahwa beberapa Fenomena Tenaga Dalam Ilmu Kontak ini memang masih bisa dijelaskan dengan menggunakan pendekatan Psikologi Alam Bawah Sadar seperti yg biasa digunakan untuk menganalisa Fenomena Hypnosis yg dulu menjadi riset dosen saya semasa saya kuliah dulu. Ini salah satu alasan saya mengatakan istilah Ilmu Batin mungkin lebih tepat dibanding Tenaga Dalam untuk Fenomena ini. Karakteristik Ilmu ini lebih mendekati Ancient Hypnosis.</p>
<p>Tetapi dalam beberapa kasus &#8211; misalnya apa yg diperlihatkan Gus Maksum ini &#8211; saya agak sulit menjelaskannya dengan pendekatan Psikologi Alam Bawah Sadar. Dulu ketika peristiwa Gus Maksum ini baru-baru terjadi saya sempat mendiskusikannya dengan mantan Dosen saya ini &#8211; saya sudah lama lulus waktu itu. Dan kami tidak menemukan penjelasan yg memuaskan tentang Fenomena Gus Maksum ini. Pada saat itu kami berkesimpulan Fenomena ini tidak bisa dijelaskan dengan penjelasan Psikologi  Alam Bawah Sadar.</p>
<p>Entah mungkin jika ada praktisi Hypnosis yg mampu menduplikasikan Fenomena ini &#8211; Real dalam situasi kerusuhan nyata seperti yg dilakukan Gus Maksum.</p>
<p>Oya &#8230; Jika anda berhasil menemukan video rekaman kejadian Gus Maksum ini bisa anda share dengan saya ( mungkin bisa lewat japri &#8211; sdr Tommy sepertinya tahu e-mail saya &#8211; jika tidak ingin memperluas polemik tentang tokoh ini ), saya sendiri hanya sempat menyaksikan sekali pada salah satu berita di Station TV Swasta waktu itu.</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vantillian</title>
		<link>http://minmerry.com/2010/04/03/genius-karena-aktivasi-otak-tengah-mitos-science-atau-pseudoscience.html/comment-page-2#comment-6121</link>
		<dc:creator>vantillian</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 20:48:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://minmerry.com/?p=729#comment-6121</guid>
		<description>Ibu Yul..

Saya dan teman saya Hai sudah memberikan dasar dan CARA mengujinya, silakan Ibu mengujinya dengan anak ibu. Lalu jujurlah, berapa kali anak ibu salah dalam MENEBAK?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu Yul..</p>
<p>Saya dan teman saya Hai sudah memberikan dasar dan CARA mengujinya, silakan Ibu mengujinya dengan anak ibu. Lalu jujurlah, berapa kali anak ibu salah dalam MENEBAK?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vantillian</title>
		<link>http://minmerry.com/2010/04/03/genius-karena-aktivasi-otak-tengah-mitos-science-atau-pseudoscience.html/comment-page-2#comment-6120</link>
		<dc:creator>vantillian</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 20:46:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://minmerry.com/?p=729#comment-6120</guid>
		<description>Ilmu metafisika itu membahas filsafat tentang di luar fisika. Jadi tidak ada yang perlu diilmiahkan secara ILMU BIOLOGI. Namun sejauh membahas OTAK, kita tetap harus emmbahs dalam ranah ilmu BIOLOGI. Dan itu harus mengikuti metode ilmiah sains. Kecuali kalau yang dibahas konotasi dari &quot;otak udang&quot;, itu baru masuk bahasan BAHASA.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ilmu metafisika itu membahas filsafat tentang di luar fisika. Jadi tidak ada yang perlu diilmiahkan secara ILMU BIOLOGI. Namun sejauh membahas OTAK, kita tetap harus emmbahs dalam ranah ilmu BIOLOGI. Dan itu harus mengikuti metode ilmiah sains. Kecuali kalau yang dibahas konotasi dari &#8220;otak udang&#8221;, itu baru masuk bahasan BAHASA.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vantillian</title>
		<link>http://minmerry.com/2010/04/03/genius-karena-aktivasi-otak-tengah-mitos-science-atau-pseudoscience.html/comment-page-2#comment-6119</link>
		<dc:creator>vantillian</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 20:43:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://minmerry.com/?p=729#comment-6119</guid>
		<description>Sdr Jiwa01

Penelitian tentang HUBUNGAN antara otak tengah dan blindfold reading serta kaitannya dengan kegeniusan BELUM ada buktinya. Bukankah itu yang selalu saya pertanyakan kepada pihak GMC. Kita memang harus terbuka kepada penelitian yang terbaru. Kalau benar2 ada penelitian begitu, mengapa pihak GMC tidak bisa membuktikannya dengan hanya menunjukkan dimana penelitian itu? Bukankah yg mereka lakukan justru berbahaya karena TANPA dan BELUM ada penelitiannya? ( Meskipun kita terbuka bagi penelitiannya?). Bukankah ini menjadi terbalik? Kenapa membual dan menipu bila belum ada BUKTI penelitiannya? Mengapa tidak menunggu dulu? 

Sdr Jiwa01, mengenai artikel yg anda berikan, bagi saya itu tidak membuktikan apa2 tentang KORELASI midbrain dan kegeniusan ataupun blindfold. Bacalah kembali artikel tersebut baik2, kemudian pahamilah konteks LOWER MAMMALS THESE MIDBRAIN SYSTEM dipakai. Saya tidak pernah tidak mau membuka diri terhadap penelitian baru. Namun saya juga tidak akan terkecoh HANYA dengan adanya KATA &quot;MIDBRAIN&quot; dalam setiap artikel, karena banyak artikel ilmiah yang membahas midbrain, khususnya dalam mamalia TINGKAT RENDAH. Mengapa manusia lebih cerdas dari mamalia tingkat rendah? Apakah karena manusia LUPA mengaktifkan midbrainnya? Kalau benar begitu, mengapa pihak GMC tidak MAMPU menunjukkan bukti penelitiannya? Sekedar mencari artikel yang membahas kata &quot;midbrain&quot; tidak berarti langsung MEMBENARKAN klaim bualan dari GMC lho. Saya juga sudah membaca banyak artikel ilmiah ttg midbrain sebelum nulis artikel ini, khususnya midbrain mamalia tingkat rendah. Bila ada penelitian terbaru, silakan kasih tahu saya. Saya akan terbuka menerimanya. Namun sebelum ada, mari kita menggugat terus aktivitas dari pihak GMC. Cukup fair bukan?

Salam ( sori saya baru membalas karena kesibukan)

Tommy</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr Jiwa01</p>
<p>Penelitian tentang HUBUNGAN antara otak tengah dan blindfold reading serta kaitannya dengan kegeniusan BELUM ada buktinya. Bukankah itu yang selalu saya pertanyakan kepada pihak GMC. Kita memang harus terbuka kepada penelitian yang terbaru. Kalau benar2 ada penelitian begitu, mengapa pihak GMC tidak bisa membuktikannya dengan hanya menunjukkan dimana penelitian itu? Bukankah yg mereka lakukan justru berbahaya karena TANPA dan BELUM ada penelitiannya? ( Meskipun kita terbuka bagi penelitiannya?). Bukankah ini menjadi terbalik? Kenapa membual dan menipu bila belum ada BUKTI penelitiannya? Mengapa tidak menunggu dulu? </p>
<p>Sdr Jiwa01, mengenai artikel yg anda berikan, bagi saya itu tidak membuktikan apa2 tentang KORELASI midbrain dan kegeniusan ataupun blindfold. Bacalah kembali artikel tersebut baik2, kemudian pahamilah konteks LOWER MAMMALS THESE MIDBRAIN SYSTEM dipakai. Saya tidak pernah tidak mau membuka diri terhadap penelitian baru. Namun saya juga tidak akan terkecoh HANYA dengan adanya KATA &#8220;MIDBRAIN&#8221; dalam setiap artikel, karena banyak artikel ilmiah yang membahas midbrain, khususnya dalam mamalia TINGKAT RENDAH. Mengapa manusia lebih cerdas dari mamalia tingkat rendah? Apakah karena manusia LUPA mengaktifkan midbrainnya? Kalau benar begitu, mengapa pihak GMC tidak MAMPU menunjukkan bukti penelitiannya? Sekedar mencari artikel yang membahas kata &#8220;midbrain&#8221; tidak berarti langsung MEMBENARKAN klaim bualan dari GMC lho. Saya juga sudah membaca banyak artikel ilmiah ttg midbrain sebelum nulis artikel ini, khususnya midbrain mamalia tingkat rendah. Bila ada penelitian terbaru, silakan kasih tahu saya. Saya akan terbuka menerimanya. Namun sebelum ada, mari kita menggugat terus aktivitas dari pihak GMC. Cukup fair bukan?</p>
<p>Salam ( sori saya baru membalas karena kesibukan)</p>
<p>Tommy</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

