Genius karena aktivasi otak tengah? Mitos, science atau pseudoscience?

Searching any article bout Genius? Yey. Lucky for u to find it here. Haha. (Not funny? Hehe)

Genius karena aktivasi otak tengah? Mitos, science atau pseudoscience?

This is a good article bout “genius” from a good writter. Please read. ^^

—————————————————————————————————————————-

Genius karena aktivasi otak tengah? Mitos, science atau pseudoscience?

By : Vantillian

Siapa yang tidak ingin anaknya menjadi genius? Berbagai cara dan teknik telah diuji bahkan telah diterapkan untuk mendongkrak dan mengembangkan potensi anak. Anak bukan objek pendidikan. Anak adalah subjek pendidikan. Karena itu, anak harus diberikan suatu lingkungan ataupun suatu BENTUK supaya ISI dari anak tersebut bisa berkembang dengan luar biasa. Akibatnya muncullah berbagai macam resep MANJUR untuk membuat anak menjadi cerdas bahkan menjadi genius dalam sekejap.

Banyak orang menyangka ada resep jitu yang benar-benar ampuh untuk meningkatkan kemampuan seseorang. Sayangnya resep tersebut hampir tidak ada. Resep yang satu berlaku untuk seorang siswa, belum tentu berlaku untuk siswa yang lain. Resep INSTAN menjadi pintar adalah resep yang sering ditawarkan kepada para orang tua. Berbagai metode ditawarkan secara HEBOH bahkan dengan klaim ILMIAH dan telah diteliti oleh sejumlah peneliti. Beberapa metode bahkan kebla-blasan menerapkan hasil penelitian tentang otak sehingga lahir teori belajar yang juga kebla-blasan.

Orang tua selalu tergoda untuk mencoba berbagai macam resep sehingga anaknya bisa menjadi top markotop. Yang penting jadi genius lah. Cara tidak begitu penting. Dengan metode input apapun, yang penting outputnya mantap. Anak pun akhirnya dijadikan komoditas untuk menunjukkan bahwa sang orang tua telah berhasil meningkatkan kecerdasan anak. Siapa yang tidak bangga dengan anak yang cerdas? Anak yang cerdas tentu merupakan berkah dari Tuhan, orang tua seharusnya bangga terhadap anaknya. Tetapi memaksa supaya anak bisa mencapai tingkat genius dengan STANDAR tertentu adalah hal yang bisa berbahaya bagi perkembangan psikologis anak. Menjadi genius BUKAN tujuan pendidikan. Menjadi genius BUKAN tujuan hidup anak.


Salah satu metode untuk meningkatkan kecerdasan anak bahkan menjadikannya genius adalah metode aktivasi otak tengah. Apa itu aktivasi otak tengah? Dan apa saja manfaat serta kemampuan apa yang ditingkatkan? Mengutip dari situs otak tengah menyatakan bahwa :

Aktivasi Otak tengah adalah  suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum di aktivasi.

Kegiatan dengan mata tertutup adalah suatu kegiatan yang paling nyata dapat dilihat. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (Mid Brain Activated) dapat mempunyai kemampuan luar biasa. Kemampuan ini bahkan sering kali dipertontonkan secara menakjubkan dalam program hiburan sulap. Setelah melihat kemampuan anak yang telah diaktivasi, sebagian besar acara pertandingan sulap di The Master menjadi kurang menarik. Karena hal ini dapat dilakukan sendiri oleh anak-anak polos yang hanya mengikuti training aktivasi otak tengah selama 2 hari.

Kemampuan dasar yang dapat dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold). Christofle (9 thn) misalnya, setelah mengikuti training aktivasi otak tengah, dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan bentuk gambar kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan penglihatan kulit (Skin Vision).

Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja menghalangi jalan didepannya. Dia serta merta dapat menghindari rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.

Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat ‘melihat’ benda dibalik tembok atau didalam kotak. Ia bahkan dapat menghitung uang yang terdapat dalam dompet seeorang di hadapannya tanpa orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang terletak dalam posisi tertutup.

Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh seorang anak. Seorang anak yang telah mendapat aktivasi otak tengah dapat ‘menduga’ kartu apa yang akan muncul pada saat orang tersebut masih mengocok kartunya. Begitu selesai mengocok, dan memilih sebuah kartu, orang tersebut mengambil sebuah kartu yang ternyata tepat seperti ‘dugaan’ sang anak tersebut.

Aktivasi otak tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural. Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini  banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif. Gelombang otak ini biasanya dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet, atau bahkan sedang berendam air panas di bathtub. Tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes pada saat dia mandi.

Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung.

Latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu melihat benda yang terletak lebih tinggi lagi. Bahkan ada beberapa anak yang dapat medeteksi sampai 360 derajat. Hal itu berarti mereka dapat mendeteksi benda yang terletak di belakang, atas dan semua arah.

Training aktivasi otak tengah telah mulai dilakukan di Indonesia. Saat ini belum banyak orang yang mengetahui keberadaan dari training  ini. Training biasanya dilakukan selama 2 hari. Pada saat itu juga biasanya dilakukan training untuk para orang tua. Seperti juga bidang keahlian lainnya, orang tua berperan besar untuk dapat membantu anak mengembangkan potensi otak tengah mereka.

Seorang anak dengan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal sehingga mereka dapat masuk kategori jenius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ, intelektual) , atau otak kanan (emosional, EQ) tetapi juga dalam ‘Loving Inteligence’. Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti sang pencipta mengasihi dia. Sayangnya training aktivasi otak tengah ini hanya dapat dilakukan untuk anak umur 5 – 15 tahun saja

Ketika otak tengah diaktifkan , anak anda akan memiliki akses yang mudah ke baik otak kiri maupun kanan. Dengan akses mudah ini, mereka akan belajar, membaca dan mengahafal benda-benda dalam kecepatan yang lebih cepat dan dengan demikian meningkatkan keyakinan, minat dan konsentrasi mereka dalam belajar.

Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini  banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif.

Metode ini diklaim dilakukan secara ilmiah dengan mengemukakan fakta tentang gelombang otak. Kemudian di dalam buku Dahsyatnya Otak Tengah, penulis menjelaskan anatomi otak tengah dari sudut pandang biologis. Penjelasannya seakan-akan kelihatan ilmiah karena memuat banyak istilah dan gambar medis-biologi.

Sayang sekali meskipun menggunakan banyak illustrasi menarik tentang kerja saraf bahkan video pengajaran otak, tetapi sama sekali tidak menyinggung tentang KORELASI ILMIAH aktivasi otak tengah dengan FAKTOR GENIUS anak.

Metode aktivasi otak tengah sering memberikan landasan ilmiah untuk menjustifikasi teorinya. Benarkah bahwa metode aktivasi otak tengah adalah metode yang benar-benar menimbulkan efek seperti yang diklaim? Benarkah aktivasi otak tengah akan membuat anak menjadi genius?

Apa itu Otak Tengah?

Dalam definisi yang diberikan oleh lembaga yang mempopulerkan training aktivasi otak tengah, mereka memberikan definisi sebagai berikut :

Apa itu “midbrain” (mesencephalon) dan apa tujuan mengaktifkan otak tengah?

Otak tengah adalah jembatan untuk menghubungkan dan menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan. Mengaktifkannya akan memungkinkan baik otak kiri maupun kanan berfungsi secara normal. Pengaktifan otak tengah mengembalikan kekuatan otak pada keadaan semulanya.

Saya tidak tahu darimana definisi tentang otak tengah seperti yang dituliskan di atas. Apakah memang benar otak tengah adalah PENGHUBUNG otak kiri dan otak kanan? Sekilas dari kata”tengah” memang ada benarnya.

Namun, jika kita tinjau dari definisi anatomi biologi otak, otak tengah—disebut juga mesencephalon— adalah bagian otak yang terletak di antara forebrain dan hindbrain. Atau terletak antara otak depan ( besar) dengan otak belakang.

Otak tengah BUKAN otak penghubung antara otak kiri dan kanan. Penghubung antara otak kiri dan kanan adalah CORPUS CALLOSUM. Kesalahan fatal ini membuktikan bahwa secara anatomi, para praktisi otak tengah bahkan secara serampangan menghubungkan otak tengah dengan otak kiri-kanan.

midbrain

Apakah fungsi otak tengah? Otak tengah berfungsi BUKAN sebagai penyeimbang otak kanan atau kiri, tetapi berfungsi dalam pergerakan bola mata, lensa mata, diameter pupil, saraf visual serta gerak motorik. Otak tengah jelas berhubungan dengan fungsi visual, tetapi dengan gegabah menghubungkan bahwa metode menutup mata akan mengaktifkan otak tengah merupakan kesimpulan harus diteliti lebih lanjut.

Penelitian internasional juga membuktikan bahwa otak tengah mempunyai peranan dalam penyusunan memori yang baru bersama dengan organ hipokampus yang dirangsang oleh kadar dopamin otak. Dengan demikian, pembelajaran melibatkan bukan hanya bagian otak tertentu saja, tetapi juga melibatkan hampir sebagian besar otak. Organ penyusun sistem limbic seperti amigdala, hipokampus, hipotalamus jelas berperan penting dalam penyusunan dan recalling memori. Sistem limbic merupakan sistem control emosi dan hormon sehingga proses belajar dapat dilakukan secara simultan.

Hal yang paling menyesatkan adalah ketika anda berusaha mendukung teori anda dengan seabrek istilah ilmiah bahkan dengan ilustrasi dan foto atau gambar medis sehingga seakan-akan penjelasan akan teori anda akan menjadi ilmiah. Inilah yang saya lihat dari buku maupun situs praktisi aktivasi otak tengah. Sekedar menyajikan fakta dan beragam komentar ataupun kesaksian TIDAK membuat teori aktivasi otak menjadi benar. Apalagi klaim bahwa sudah dibuktikan oleh penelitian ini dan itu.

Berdasarkan informasi mengenai aktivasi otak tengah ini, para penganjur maupun pelopornya TIDAK pernah memberikan SATU buktipun bahwa aktivasi otak tengah TELAH diakui oleh Asosiasi Kedokteran Internasional maupun Jurnal Ilmiah Internasional yang bergengsi. Hal ini cukup mengherankan karena klaim ilmiah yang sering dinyatakan berulang-ulang dalam situs-situs dan ajaran mereka.

Hal lain yang sering menimbulkan kesesatan pikir adalah penyajian istilah maupun fakta medis seringkali hanya untuk memperkuat teori TANPA bisa menunjukkan KORELASI antara fakta dengan klaim mereka. Sebagai contohnya adalah ketika mereka menyatakan bahwa gelombang otak yang telah teraktivasi adalah gelombang Alfa otak. Tidak ada korelasi antara aktivasi otak tengah dengan gelombang otak alfa yang muncul, karena tanpa aktivasi, gelombang ini juga bisa muncul. Tidak ada bukti bahwa aktivasi otak tengah akan memicu gelombang alfa otak. Kecuali para praktisi bisa menunjukkan lewat PET Scan dan MRI, tetapi sampai sekarang, tidak ada korelasi apapun tentang itu.

Para praktisi otak tengah juga sering menjelaskan dan menunjukkan gambar bagaimana neurotransmitter pada syaraf terjadi sebagaimana terjadi dalam otak tengah yang telah diaktivasi. Saya tidak tahu apakah mereka mengira bahwa dunia kedokteran terlalu mudah dibodohi ataupun mereka tidak tahu tapi sok tahu, bahwa untuk menimbulkan suatu reaksi pada syaraf, memang membutuhkan neurotransmitter. Dan ini berlaku pada semua kerja syaraf.

Disini mereka tidak dapat menunjukkan korelasi antara neurotransmitter apa yang ditimbulkan dengan teknik aktivasi otak tengah. Kecuali mereka telah bisa menunjukkan bahwa ada neurotransmitter KHUSUS yang dipancarkan selama aktivasi otak tengah. Itupun masih harus dicari korelasi antara neurotransmitter tersebut dengan genius yang ditimbulkan sebagai hasil dari aktivasi otak tengah. Apa hubungan antara neurotransmitter akibat hasil aktivasi dengan kegeniusan anak?

Nampaknya klaim ilmiah dari metode ini sama sekali NIHIL alias TIDAK ADA. Tidak ada landasan ilmiah sama sekali dalam metode aktivasi otak tengah ini. Karena itu, maka metode ini adalah tergolong pseudoscience dan harus dikritisi dengan keras oleh dunia kedokteran. Untuk membuktikan secara ilmiah suatu penelitian, membutuhkan suatu proses yang panjang sampai diakui oleh dunia internasional. Apalagi sebagai suatu metode yang mengaku serta menggunakan istilah kedokteran sebagai landasan teorinya.

Disini jelas, bahwa teori aktivasi otak tengah menyisakan hampir semua korelasi neuroscience yang belum diteliti, misalnya :

1.    Apa hubungan menutup mata dengan proses aktifnya otak tengah? Bukankah fungsi otak tengah justru untuk mengaktifkan saraf visual?
2.    Apa hubungan antara menutup mata dengan kegeniusan seorang anak?
3.    Apa hubungan antara otak tengah dengan kegeniusan?
4.    Apa hubungan antara gelombang otak dengan kegeniusan anak? Apakah anak yang genius selalu berpikir dalam gelombang alfa otak? Bukankah gelombang siaga otak (beta) justru penting bagi pembelajaran?
5.    Apa hubungan antara antara mendengarkan audio dengan kecerdasan anak? Apakah anak yang mendengarkan musik klasik akan lebih pintar dari anak yang mendengar musik dangdut?

Salah satu cara untuk mengaktifkan otak tengah adalah dengan metode Blindfold reading yaitu metode membaca dengan menutup mata. Bahkan dalam demo, mata anak diikat dengan kain supaya tidak bisa melihat, supaya mereka dapat mencapai tingkat membaca sampai level Skin Vision ( membaca lewat kulit). Inilah salah satu kesaksian metode ini dari kutipan sebuah blog :

Penulis bertanya pada 2 orang anak peserta berusia sekitar 7 tahun yang melakukan demo setelah syaraf otak tengahnya diaktifasi*: dik, pada saat anda memegang kartu dengan mata tertutup, bagaimana cara anda mengetahui angka kartu tersebut dan juga warnanya*? mereka menjawab*: pada saat saya pegang kartu, angka yang tertera pada kartu muncul di otak saya dan warna kartu juga muncul.

Tadi saya melihat anda selain memegang kartu anda mencoba mencium bau kartu dan ada peserta lain yang mencoba mendengar kartu (meletakan kartu ditelinganya) itu untuk apa*? ke 2 orang anak itu menjawab, kadang-kadang pada saat memegang kartu kita belum tahu angka dan warna kartu, kita coba dengan mencium bau kartu dan jika belum berhasil maka dicoba untuk mendengar kartu tersebut. Umumnya pada saat tidak konsentrasi, angka dan warna kartu tidak akan muncul di dalam otak, begitu komentar mereka…

Mengapa anak-anak perlu mencium bau kartu maupun mendekatkan ke telinga? Pertanyaan ini menyisakan suatu tanda tanya besar, benarkah anak-anak bisa membaca dengan mata tertutup? Jawabannya jelas : TIDAK MUNGKIN, kecuali anda mengetahui TRIKnya. Apa triknya? Salah satunya adalah dengan mencium bau kartu maupun mendekatkan ke telinga. Lho, bagaimana mungkin ini bisa disebut trik, bukankah ini adalah HASIL aktivasi otak tengah?

Silakan anda membaca dan melihat video dari para anak-anak yang telah mengikuti training ini. Mengapa mereka perlu mencium dan mendekatkan ke hidung ataupun telinga? Bukankah rahasianya adalah terletak pada kain penutup mata mereka? Apakah kain penutup mata mereka transparan atau tembus-pandang? Tidak mungkin. Lalu dimanakah rahasianya? Mungkin setelah kita melihat foto dan videonya beberapa kali, kita akan tahu mengapa anak-anak tersebut bisa melihat.

Saya tidak tahu apakah anak-anak tersebut ditipu ataukah mereka menipu dirinya sendiri. Yang jelas mereka diajarkan untuk berbohong kepada diri sendiri setelah melalui proses pembohongan massal. Itulah mengapa para orang tua dianjurkan juga jangan menuduh anak mencontek dari bawah karena itu akan mengurangi hasil aktivasi otak tengah.

Itulah sebabnya mereka mengajarkan bahwa mengapa anak-anak harus mencium dan mendekatkan ke hidung. Jika kita bertanya mengapa harus demikian, mereka akan menjawab : Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung..

Inikah aktivasi ilmiah yang didengungkan oleh para praktisi ini? Inikah yang dikatakan sebagai ILMIAH? Bagaimana bisa mengetahui bahwa gelombang itu terletak di bawah hidung? Mana penelitian ilmiah yang mendukungnya? Bukankah ini seperti dongeng-dongeng fiksi ilmiah bahkan tergolong pada pseudoscience yang harus terlebih dahulu dibuktikan?

Meskipun demikian, mereka masih dapat mengemas teorinya secara komersil. Masih banyak yang langsung percaya bahwa metode ini adalah metode yang sudah diakui secara internasional. Bayangkanlah ilmiahnya jika kita membaca tulisan di bawah ini yang berasal dari situs mereka :

Pada awalnya kemampuan otak tengah merupakan mitos. Beberapa orang ternyata mempunyai kemampuan seperti ini. Dari hasil pengamatan, ada suatu pola kemampuan yang sama. Mereka dapat melihat dengan mata tertutup (tanpa menggunakan mata) mereka dapat melihat dengan kulit (skin vision). Ada juga suatu kemampuan untuk melihat di belakang kepala.

Kemampuan ini banyak dikejar oleh para pelaku olah raga bela diri. Anda pernah menonton film Spiderman yang pertama? Tiba-tiba indera dari Peter Parker (nama orang normal dari Spiderman) dapat merasakan intuisi seperti laba-laba. Pada akhir cerita, musuhnya mengaktifkan kendaraan  di belakang Spiderman yang dapat menusuknya. Tetapi Spiderman dapat melompat menghindari tusukan tersebut, tanpa melihat kebelakang.

Menggunakan contoh Spiderman untuk mendukung teori pembacaan lewat Skin Vision adalah hal terbodoh yang pernah dilakukan oleh seorang ilmuwan. Benarkah kulit kita dapat membaca? Saya tidak tahu apakah para praktisi otak tengah terlalu banyak membaca buku fiksi ilmiah atau komik doraemon. Menggunakan kalimat “penelitian” bukan berarti bahwa penelitian tersebut diakui. Banyak penelitian yang asal-asalan. Banyak juga penelitian yang tidak memenuhi kaidah penelitian ilmiah. Silakan bertanya kepada mereka siapa peneliti dan penelitian apa yang bertaraf internasional sehingga mereka menuliskan seperti di bawah ini :

Istilah yang dipakai bukanlah kemampuan otak tengah. Tetapi setiap usaha memberikan nama tersendiri. Penelitian ternyata mengarah pada suatu bagian otak yang menjadi penyebab semua kemampuan tersebut. Penelitian tentang kemampuan otak tengah ini kurang menarik minat, karena cara pengaktifan-nya yang sulit. Berbagai cara dipakai untuk mengaktifkan otak tengah ini.

Penemuan fenomenal dari otak tengah ini terletak pada metoda aktivasi-nya. Kemampuan otak tengah ini sudah diketahui lama oleh para peneliti dan para praktisi. Banyak pula orang yang berusaha dengan caranya sendiri mengaktifkan otak tengah.

Sampai sekarang, saya masih mencari dan bertanya-tanya, penelitian dari mana dan siapa peneliti yang melakukannya sehingga diakui oleh jurnal internasional seperti Journal of Neuroscience, American Academy of Neurology, Journal of Cognitive and Neuroscience, British Medical Journal, New England Journal of Medicinedan masih banyak jurnal Science dan medis yang lainnya.

Itulah sebabnya, ketika Sdr hai-hai menguji metode ini dengan eksperimen sendiri, menyimpulkan bahwa :

Sesungguhnya, dibalik selendang penutup, mata saya sama sekali tidak terpejam. Walaupun NAMPAK tertutup selendang batik, sesungguhnya saya bisa melihat melalui BAGIAN bawah selendang batik tersebut. Saya mampu membedakan dan menebak kartu warna, menebak kartu, mewarnai gambar, membaca, makan, main catur, berjalan di atas papan titian yang lebarnya 8 cm dan naik sepeda bahkan mengendarai motor dan mobil karena saya bisa melihat melalu BAGIAN bawah selendang batik tersebut. Itulah yang disebut Trick sulap. Ketika penonton menyangka selendang batik tersebut menutupi mata saya sesungguhnya yang terjadi adalah hal sebaliknya, selendang itu membut penonton tidak TAHU bahwa dalam kondisi demikian saya bisa melihat.

Handai taulan sekalian, tahukah anda kenapa semua benda-benda yang ditebak dan dimainkan itu diletakkan di bawah mata dan ketika tidak mampu melihat dengan baik, maka benda itu akan didekatkan ke hidung dengan pura-pura menciumnya? Karena Saya melihat dari BAGIAN bawah selendang yang menutupi mata saya. Itu sebabnya ketika melihat benda yang lebih jauh dari tubuh saya, saya perlu mendongak sebab saya melihat dari BAGIAN bawah selendang. Meraba, mendengar, mencium hanya aksi untuk meyakinkan penonton.

Handai taulan sekalian, bagaimana anda tahu yang saya tulis benar? Anda akan tahu setelah mencobanya sendiri. Ambil kain atau selendang atau taplak meja lalu lipatlah menjadi pita dengan lebar kurang lebih 3 jari tangan atau 5 Cm. Pejamkan mata anda kencang-kencang lalu gunakan selendang itu menutupi mata anda. Jangan sampai selendang itu menutupi telinga anda atau bila menutupi telinga terasa nyaman, jangan biarkan selendang itu menutupi semua telinga, biarkan bgian bawah telinga terbuka

Lalu bagaimana kita menyikapi fenomena metode yang heboh ini? Jelas, kalau ini hanya suatu metode yang tanpa dasar ilmiah, kita harus menolaknya. Seandainya ini masih berada dalam tahap penelitian, mengapa dengan gegabah dan serampangan mengajarkannya kepada orang banyak?

Seandainya metode ini telah diakui secara internasional, bukankah mereka HANYA perlu menunjukkan kepada public manakah penelitian bertaraf internasional yang mengakui metode aktivasi otak tengah tersebut? Sayangnya sampai sekarang, para praktisi hanya bisa memakai kedok kalimat pseudoscience yang belum terbukti secara ilmiah medis.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah metode aktivasi otak tengah HARUS dikritik secara tajam. Bualan mereka harus dibongkar supaya tidak banyak orang tua yang akhirnya tertipu dan menghabiskan investasi sebesar 3 sampai 3,5 juta untuk training dua hari.

Para orang tua harus diberikan penerangan bahwa TIDAK ADA metode belajar INSTAN yang bisa membuat anak genius seketika. Para orang tua juga harus menyadari, bahwa metode terbaik belajar adalah bagaimana menciptakan suatu lingkungan pembelajaran yang baik serta pendampingan yang baik.

Belajar selalu melibatkan LINGKUNGAN dan INTERAKSI. Proses belajar adalah proses yang berlangsung seumur hidup. Bukan dengan cara instant apalagi dengan cara yang tidak masuk akal. Lingkungan belajar harus diperhatikan baik yang mendukung maupun yang menghambat. Interaksi belajar melibatkan bagaimana, siapa dan dengan apa seorang anak belajar.

Belajar secara menyenangkan tentu akan berbeda hasilnya dengan belajar di bawah tekanan stress. Meskipun masing-masing cara mempunyai aspek negative dan positifnya. Memaksakan suatu cara atau metode belajar serta mengeneralisasikan suatu metode kepada semua anak adalah pemikiran yang keliru. Apalagi mengklaim metode tertentu dapat meningkatkan kecerdasan otak secara mutlak.

Belajar juga selalu melibatkan nilai-nilai kehidupan, bukan hanya sekedar supaya anak menjadi pintar. Menjadi genius adalah efek dari belajar, bukan tujuan pembelajaran. Apalagi kategori genius adalah kategori yang bias. Banyak anak berbakat tidak kelihatan genius. Bahkan banyak orang yang berhasil dalam studi adalah tergolong kategori rata-rata. Genius adalah suatu istilah yang tidak mempunyai standar yang baku. Apakah genius berarti semua mata pelajaran pasti nilainya 100? Apakah genius berarti nilai matematika selalu 100? Apakah genius berarti kreatif dan fleksibel? Apakah genius berarti melulu ber-IQ tinggi? Banyak orang yang dianggap pintar namun kakunya luar biasa. Banyak orang yang kreatif luar biasa namun gagal memenuhi standar naik kelas.

Kompleksnya proses belajar hanya menyisakan kesimpulan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bersifat kontinu dan konsisten. Belajar bukan hanya sekedar bisa menghafal fakta, tetapi harus menghubungkan, memahami hubungannya, dan menjelaskan pemahamannya. Penjelasan ini akan menjadi suatu dasar berkembangnya proses belajar berkesinambungan. Proses ini adalah siklus belajar yang harus dilalui oleh setiap orang tanpa kecuali. Tidak ada JALAN PINTAS. Tidak ada CARA INSTAN.

Tidak ada jalan lain untuk menjadi pintar selain belajar dan belajar. Proses ini harus dilakukan secara berulang-ulang sampai mampu memahami dan mengerti hasil kegiatan belajar. Untuk paham dan melakukannya, perlu suatu tekad dan motivasi dalam proses belajar tersebut. Rasa ingin tahu dan keinginan untuk terus maju adalah factor internal yang harus dipupuk terus oleh orang tua. Bukan dengan cara mencari metode ajaib yang langsung melejitkan kemampuan otak sehingga menjadi genius.

Setiap metode pembelajaran mesti dikritisi dan disikapi dengan hati-hati. Setiap metode berbasis ilmiah harus sudah bisa dibuktikan secara ilmiah. Bukan dengan perkataan omong kosong bak dongeng nan mitos yang dibungkus dalam istilah sains. Tentu saja kita tidak boleh mengganggap sepi semua penelitian ilmiah yang baru tentang otak, namun jika kita hanya menerima suatu metode pembelajaran otak tanpa dasar ilmiah, maka hal itu justru akan menjadi boomerang bagi masa depan generasi bangsa ini.

Dr. Arman YurisaldiS, MS, SpS dalam bukunya “Mengungkap misteri otak tengah” menyatakan bahwa : tanpa bukti dan metode penelitian yang benar, maka istilah “pengaktifan otak tengah” adalah istilah yang sama sekali tidak berdasar ilmiah.
Saya menyebutnya sebagai pseudoscience yaitu pernyataan yang seakan-akan ilmiah namun tidak terbukti sebagai ilmiah.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para orang tua dan blogger SS.

Sumber :

Makalah Hai-hai (tidak dipublikasikan): Genius Mind Consultancy (GMC) – Tips or Trick

Buku “Mengungkap misteri otak tengah” oleh dr.Arman Y, MS, S

Buku ” Dahsyatnya Otak Tengah” oleh Hartono S

Situs tentang aktivasi otak tengah :

http://otaktengah.com/

http://www.gmc-geniusmind.com/

http://geniusmind-indonesia.com/

http://www.gmc-geniusmind.com/video-gallery.html

http://www.videosurf.com/video/blindfold-driving-73925815

http://www.videosurf.com/video/mmw-blindfold-reading-method-70842435

http://www.videosurf.com/video/blindfold-reading-kl-64510446

http://www.videosurf.com/video/leonice-tang-meile-72238718

http://aespee.wordpress.com/2010/03/04/otak-tengah-diaktifkan-bisa-membaca-tanpa-melihat/

127 Responses to Genius karena aktivasi otak tengah? Mitos, science atau pseudoscience?

  1. vantillian says:

    Salam Sdr Sofyan..

    Sampai sekarang hubungan antara kegeniusan dan otak tengah BELUM terbukti, jadi tidak ada cara cepat untuk membuktikannya…Yang bisa dibuktikan adalah KLAIM GMC ttg otak tengah adalah bualan semata-mata karena metode Blindfoldnya adalah metode SULAP.. Sedangkan untuk tenaga dalam, tidak ada BUKTI jelas bagaimana hubungannya dengan tubuh dan objek yang terkena…Sampai sekarang masih termasuk bidang yang TIDAK bisa diteliti…Yang adalah penipuan dan bualan yang dilakukan oleh segelintir orang dengan menjual nama ilmiah…

    Tommy

  2. vantillian says:

    Salam kenal Sdr Jiwa01

    Istilah tenaga dalam sering dikonotasikan secara berlebihan.. Apakah tenaga dalam mampu menyembuhkan penyakit? Apakah tenaga dalam mampu mementalkan orang dari jarak jauh? Saya belum pernah belajar karate, meskipun saya sangat mengagumi ilmu karate..Karate adalah salah satu cabang beladiri yang telah DISARIKAN untuk mendapatkan pukulan dan pertahanan yang PALING EFEKTIF..Ini mencakup juga pemakaian efisiensi tenaga secara efektif..Karena itu, jurus yang dilatih adalah jurus yang to the point.. Meskipun falsafah karate hampir mirip dengan kungfu, namun karate telah berkembang menjadi beladiri yang SIAP PAKAI..Karena itu, trik dan teknik memukul dan menendang sudah difokuskan lebih ke inti penyerangan..Sebenarnya semua cabang beladiri juga mempunyai ciri yang demikian.. Yang ingin saya katakan adalah, apa yang ditunjukkan oleh pelatih yang anda lihat dengan kepala mata sendiri, mungkin menggunakan teknik yang belum kita ketahui..Saya katakan mungkin, karena masih banyak faktor lain yang harus diteliti..Bukan karena mungkin dia memakai tenaga dalam..

    Pemakaian bahan yang kadang “KELIHATAN” hebat dan luar biasa, sebenarnya bisa dihancurkan oleh tenaga manusia yang sudah dilatih…Balok es adalah salah satu contohnya…Saya tidak tahu apakah ada yang pernah mematahkan tiang cor baja berdiameter besar untuk bangunan tinggi dengan menggunakan tenaga dalamnya..Namun yang jelas itu mustahil, kecuali anda memukul setiap kali selama bertahun2…Saya tidak tahu bagaimana pelatih silat tsb menyuruh anda untuk memilih balok es, atau balok es yang mana, apakah anda sudah tahu kepadatan balok es tersebut? Jika pelatih terbut bisa menggunakan sabuk untuk memecahkan balok es, bagi saya mungkin anda juga bisa melakukannya…Peristiwa ini tidak membuktikan bahwa dia bisa tenaga dalam…Karena masih ada contak dengan objek..

    Sedangkan untuk Gus Maksum, bukannya saya tidak menghormati teladan beliau, namun jika ditulis bahkan mulutnya bisa menyemburkan api, saya rasa penulis yang menuliskannya tidak meneliti dan hanya mendengar cerita-cerita…

    Dikalangan masyarakat umum, Gus Maksum dikenal sakti mandaraguna. Rambutnya
    tak mempan dipotong (konon hanya ibundanya yang bisa mencukur rambut Gus
    Maksum), mulutnya bisa menyemburkan api, punya kekuatan tenaga dalam luar
    biasa dan mampu mengangkat beban seberat apapun, mampu menaklukkan jin,
    kebal senjata tajam, tak mempan disantet, dan seterusnya

    Bagaimana mungkin mulut manusia bisa menyemburkan api? Pesulap juga bisa melakukan namun harus ada sumber dan bahannya… Maafkan saya, terlalu banyak cerita ttg kesaktian para pahlawan, namun semuanya hanya termasuk legenda-legenda…Tenaga dalam bukan segalanya..Tenaga dalam bahkan hanya tenaga khayalan/mitos…Tenaga dalam juga tidak bisa menyembuhkan penyakit dan memperkuat tubuh..Banyak lansia yang panjang umur tidak mempelajari ilmu nafas Chi Kung/tenaga dalam…Banyak lansia yang snagat sehat juga tidak mempelajari seni silat tenaga dalam…

    Tommy

  3. Sofyan says:

    Ada salah seorg teman saya -yang sempat merekam dg camera HP- mengatakan bahwa GMC menggunakan Brainwave -makanya pake komputer dan tidak boleh pengantar (org tua atau walinya) utk ikut masuk kedlm. karena kalo ketahuan resep dapur mereka, habis dah. Dan dari sekian anak yg ikut diaktifkan ada yg berhasil dan ada yg tidak. Knp? Tergantung seberapa besar keinginan sianak tsb sehingga ikut andil keberhasilan pengaktifan “otak tengah”.

    Siapaun, sebenarnya bisa melakukannya dgn hipnoterapi.

  4. Jiwa01 says:

    Salam Kenal juga Sdr Tommy …

    Sebelumnya maaf karna pembicaraan menjadi melantur ke arah Tenaga Dalam yg jelas OTT dari artikel di atas :D

    Mengenai Tenaga Dalam ( Fisik ) – pematahan benda keras : Saya mengetahui beberapa trick yg biasa digunakan beberapa aliran beladiri yg ga jelas dgn menggunakan balok es yg sudah direkayasa agar mudah patah – misalnya dgn mematahkan balok es lebih dahulu kemudian menyambungnya lagi dgn membasahi dgn air sehingga titik pukul balok es tsb sebenarnya sudah rapuh – saya pernah beberapa kali menjumpai kasus seperti ini di lapangan dgn berbagai trick lainnya.

    Tapi Balok Es yg digunakan perguruan beladiri ini sudah saya pastikan asli tidak direkayasa – bahkan saya bisa memastikan tingkat kekerasan balok es yg mereka gunakan sedikit di atas tingkat kekerasan balok es yg biasa saya gunakan untuk Tameshiwari. Dan lagi perguruan silat ini bukan aliran beladiri yg ga jelas, perguruan silat ini sudah melatih Kopassus dan Paspampres sejak tahun 70an – jika mereka melakukan penipuan seperti itu … wah bisa diabisin sama Kopassus tuh :D

    Mengenai teknik mematahkan balok es dgn tepukan ringan sebenarnya pelatih silat tsb sudah menjelaskan kepada saya. Bahkan saya sempat berusaha mempraktekkan teknik tsb, selama 10-15 menit saya berusaha menepuk-nepuk balok es dan mencoba “memecahkan rahasia” pengerahan tenaga seperti yg dijelaskan pelatih tsb. Jika saya ingat kejadian itu, saya merasa menjadi Chinmi yg berusaha memecahkan rahasia dibalik Pukulan Peremuk Tulang yg diajarkan guru Yoshen :D

    Mungkin karena melihat saya berusaha melakukan tetapi tidak berhasil juga, pelatih silat tsb akhirnya mendekati saya lalu menempelkan tangannya di balok es dan mengatakan begitu dia mengangkat telapak tangannya dari balok es, saya harus segera menepuk balok es tsb. Pelatih silat itu menempelkan tangannya sebentar kemudian menarik tangannya … saya pun segera menepuk balok es tsb dan … brag balok es yg sudah saya tepak-tepuk tanpa hasil dari tadi itupun patah dgn mudahnya.

    Pelatih itu bercerita memang pernah ada orang BPPT yg berusaha menjelaskan fenomena ini dgn mengatakan penyaluran tenaga getaran dgn cara tertentu ke dalam benda yg menjadi sasaran akan membuat molekul benda sasaran tsb menjadi labil sehingga benda sasaran menjadi cukup rapuh dan kadang dgn tepukan ringan ( atau dgn hantaman sabuk ) saja benda sasaran tsb akan patah. Tetapi pelatih tsb mengatakan dia sendiri bukan ahli fisika jadi tidak bisa memastikan apakah pendapat orang BPPT itu benar. Dia mengatakan mungkin akan lebih baik jika ada ahli fisika yg mau menelitinya lebih dalam lagi. Sebagai praktisi beladiri dia tidak tahu apa sebenarnya yg terjadi yg dia tahu hanyalah penyaluran tenaga getaran saja.

    Awalnya saya berusaha memahami “ilmu tepukan” ini dgn Teori Mekanika Newtonian seperti yg dianut Karate, saya berusaha memecahkan “rahasia tenaga” ilmu ini apakah berasal dari hentakan yg tidak terlihat dari kaki, pinggang, bahu, tangan dsb sehingga menghasilkan efek ‘kesan” tepukan ringan. Tapi dari percobaan terakhir – dimana saya sendiri yg menepuk patah balok es yg sudah disentuh pelatih tsb. Saya jadi berpikir mungkin ini bukan lagi ranahnya Mekanika Newton dan sudah masuk wilayah Teori Quantum dimana partikel dan energi tidak bisa dibedakan lagi … tapi hey saya juga bukan ahli fisika halah ko jadi sok saintis ya :D

    Pelatih tsb kembali menjelaskan bagaimana teknik penyaluran tenaga getaran untuk melakukan itu. Dalam hati saya mengatakan teorinya emang sederhana Pak, tapi tenaga getaran apa yg mau disalurin ke balok es itu kalo saya ga merasa punya tenaga getaran yg bisa disalurkan :D Intinya memang adalah penyaluran tenaga getaran yg ada dalam tubuh kita ke balok es ataupun ke sabuk ketika melakukan pematahan tsb tapi harus saya akui pelatihan Karate tidak menghasilkan tenaga getaran yg dimaksud oleh pelatih silat tsb.

    Mungkin tenaga getaran ini masih disebut orang awam sebagai Tenaga Dalam. Dalam dunia beladiri di tanah air ada yg menyebutnya sebagai Tenaga Dalam Fisik untuk membedakan dgn Tenaga Dalam Ilmu Kontak yg biasa mendemokan mementalkan lawan tanpa menyentuh. Sedang Perguruan Silat ini lebih memilih menggunakan istilah getaran bukan tenaga dalam.

    Oya apakah saya bisa mematahkan balok es dgn sabuk ? Permasalahannya di situ – justru karna saya tidak bisa melakukan itu dgn teknik karate yg saya pelajari maka saya pernah katakan kepada anda jika anda mengenal karateka yg mampu mematahkan balok es seperti di atas tolong beritahu saya :D

  5. Jiwa01 says:

    Mengenai Gus Maksum

    Saat itu saya sendiri sempat penasaran dan kemudian menanyakan kepada teman yg kebetulan menyaksikan Konser Kantata Takwa tsb. Teman saya menyaksikan dari jarak yg cukup jauh dari panggung, teman saya mengatakan memang ada penonton yg naik ke atas panggung berusaha menyalami dan menarik-narik Iwan Fals. Namun tiba-tiba saja penonton yg naik ke panggung terlempar balik jatuh ke tanah. Teman saya sendiri tidak menyaksikan dgn jelas kenapa penonton bisa terlempar balik jatuh ke tanah.

    Dia mengatakan memang sebelum itu ada seorang Kyai yg berusaha menenangkan penonton tetapi dia tidak mengenal siapa Kyai tsb. Baru setelah membaca koran besoknya dia tahu Kyai itu Gus Maksum dari NU dan baru dia tahu penonton itu terlempar jatuh karena pukulan Tenaga Dalam Gus Maksum.

    Beberapa tahun kemudian dalam satu acara saya berkesempatan bertemu dgn Iwan Fals, karna penasaran saya menanyakan kepada Bang Iwan tentang Gus Maksum. Bang Iwan juga memastikan kebenaran peristiwa itu, pada saat itu yg dia ingat banyak sekali penonton yg ngerubungi dia. Tapi tiba-tiba saja penonton yg ngerubungi dia terlempar, pada mulanya Bang Iwan sendiri tidak menyadari apa yg terjadi – baru setelah penonton terjungkal beberapa kali Bang Iwan sempat melihat Gus Maksum. Pada saat itulah Bang Iwan menyadari Gus Maksumlah yg melempar para penonton tsb dgn tanpa menyentuh. Bang Iwan hanya mengatakan untung ada Gus Maksum kalo engga – ga tau gimana …

    Memang banyak mitos yg menyelimuti Gus Maksum, tentu saja kita harus memisahkan antara mitos dan fakta. Saya sendiri melihat peristiwa ini simple saja – tidak akan ada asap jika tidak ada api. Dari penjelasan teman saya fakta yg saya dapat adalah ada Kyai yg berusaha menenangkan penonton, penonton naik ke atas panggung dan penonton yg naik ke atas panggung tiba-tiba terlempar lagi jatuh ke tanah. Dari fakta yg diceritakan teman saya ini mengindikasikan memang terjadi sesuatu dalam konser itu.

    Teman saya sebenarnya sangat skeptis jika menyangkut Tenaga Dalam Ilmu Kontak jadi tidak ada alasan bagi dia untuk melebih-lebihkan apa yg dia lihat, bahkan sambil bercanda dia bilang ” Wah kalo tahu ada pukulan Tenaga Dalam … kemaren gue juga ikut naik ke atas panggung ” :D

    Konser Katntata Takwa 1998 sebenarnya sudah diprediksi akan rusuh. Iwan Fals bisa dibilang musuh Regim terdahulu. Tahun 1998 adalah tahun kerusuhan dimana ada golongan tertentu yg tidak menginginkan reformasi sengaja memancing kerusuhan pada saat itu. Pihak jurnalis sudah menduga itu, pada saat Konser banyak wartawan yg meliput Konser itu baik dari media cetak maupun TV.

    Wartawan – seperti Kompas dan Tempo – tentunya sadar akan kode etik jurnalistik untuk tidak menyebarkan berita bohong, sebelum memuat berita tentunya ada proses check dan recheck terhadap sumber berita yg akan ditulisnya. Apalagi banyak saksi mata dalam peristiwa tsb. Dan dari penuturan teman saya yg menyaksikan Konser tsb ternyata tidak jauh berbeda dgn apa yg ditulis Koran Kompas ataupun media lain seperti Tempo di internet ini. Sedang Iwan Fals sebagai yg terlibat langsung dalam peristiwa tsb setelah saya tanyakan ternyata juga membenarkan apa yg terjadi. Saya berkesimpulan peristiwa ini memang benar terjadi.

    Sedang mengenai mitos Gus Maksum mengeluarkan api dsb dkk, saya juga pernah membaca tetapi itu berasal dari personal website bukan dari media resmi jurnalistik seperti Kompas, Tempo dsb.

    Oya saya coba link Tempo yg saya tulis pada comment sebelumnya ternyata tidak bisa diakses ya ? Kalo memang tidak bisa diakses mungkin bisa cari di google dgn key word “KH Maksum” + “tempo.co.id”. Artikel ini artikel lama yg ditulis beberapa hari setelah kerusuhan 6 July 1998, saya dulu juga sempat membacanya. Ternyata artikel ini masih ada di internet sampai sekarang – walaupun Tempo sudah berganti baju menjadi Tempo Interaktif sekarang.

  6. Yul says:

    Waduh seru juga ya komen-komen tulisannya Vantillian mengenain aktivasi otak tengah ini. Anak saya sudah ikutan aktivasi otak tengah di GMC. Kalo kita “harus” mengacu tulisannya Vantillian di atas, gimana menjelaskan hal-hal berikut ini:
    1. Anak saya bisa menebak gambar dan warna kartu dalam kondisi terbalik hanya dengan meraba kartu tersebut (kalo memang “mengintip” gimana cara ngintipnya).
    2. Anak saya bisa meniru gerakan orang di hadapannya dengan mata tertutup dan dilakban. Kalau katanya “mengintip” yang mungkin terlihat itu hanya wilayah di bawah hidung. Sedangkan orang berada di hadapannya.
    3. Anak saya bisa membaca dalam kondisi gelap.
    Cukup 3 hal itu saja … walaupun banyak fenomena lain yang timbul setelah anak saya ikut aktivasi otak tengah di GMC.

    Thanks,
    Yul

  7. john says:

    Ilmu metafisika itu tentu tidak nyambung kalo di ilmiah2kan. Fisika itu kan dimensi ke 3. Sedangkan metafisika diatas dimensi 3. jadi mau menganalisa dimensi diatas 3 dgn dimensi 3 yang tidak bakal ketemu.

    Di pelatihan yang kami adakan ilmunya bisa dibuktikan. Tidak ada trick/sulap sama sekali krn itu penipuan.

    Otak tengah tidak ilmiah? buat saya tidak masalah.. yg penting bermanfaat bagi manusia.

    Kalau semuanya harus di ilmiahkan tinggal menunggu waktu saja. Contoh : dulu jin dibilang tidak ada, nah skrng jin banyak terfoto dgn kamera Megapixel yang tinggi. Tidak menutup kemungkinan kamera buatan manusia nantinya bisa menangkap mahluk astral yang lebih halus energinya dibanding jin.

    Salam and Peace

  8. Yul says:

    Nambahin lagi nich.

    Di GMC cabang di mana saya mengikutsertakan anak saya untuk aktivasi otak tengah saya lihat profesi orang tua dari anak-anak peserta itu beragam. Ada polisi, pengacara, kejaksaan, tentara, pejabat di pemerintahan, pengusaha … (yang jelas kebanyakan menengah ke atas). So … kalo memang GMC itu nipu …. asli bunuh diri deh … bakal cepet kena tangkep … Nggak perlu repot-repot mau bikin acara pembuktian peke ngundang TV and radio segala …. ini lebih serem … bakalan diamuk massa kalo emang kebukti GMC nipu.
    Anak saya ikut aktivasi GMC cabang Aryaduta Palembang angkatan ke 14. Yang diajarkan di sana bukan blindfold reading saja. Ada teknik membaca cepat, mempertajam ingatan dll …. (anda nggak bakalan faham kalo nggak ngeliat langsung ke sono ..)
    Pokoknya kita nggak usah sewot memperdebatkan GMC itu nipu atau kagak. Kalo emang nipu, pasti bakalan babak belur tuh GMC (tau kan gimana watak kami orang Palembang …) tapi sebaliknya bila emang jujur dan manjur pasti bakalan banyak yang dukung dan GMC bakalan maju …

    Oke …. akur aja teman-teman ….

  9. Jiwa01 says:

    Sdr Tommy

    Saya menemukan artikel menarik tentang kemampuan orang buta untuk berjalan melewati halangan walaupun tidak memiliki kemampuan penglihatan. Penelitian ini dilakukan oleh Professor Beatrice de Gelder seorang Neuroscientist dari Tilburg University di Belanda terhadap seorang tuna netra berinisial TN. Penelitian ini juga didukung oleh Dr. Richard Held, Professor of Cognitive and Brain Science di Massachusetts Institute of Technology

    http://www.nytimes.com/2008/12/23/health/23blin.html?_r=1

    ” The research team took brain scans and magnetic resonance images to see the damage, finding no evidence of visual activity in the cortex. They also found no evidence that the patient was navigating by echolocation, the way that bats do. Both the patient, T. N., and the researcher shadowing him walked the course in silence.

    Dr. Held, the M.I.T. neuroscientist, said that in lower mammals these midbrain systems appeared to play a much larger role in perception. In a study of rats published in the journal Science last Friday, researchers demonstrated that cells deep in the brain were in fact specialized to register certain qualities of the environment.

    They include place cells, which fire when an animal passes a certain landmark, and head-direction cells, which track which way the face is pointing. But the new study also found strong evidence of what the scientists, from the Norwegian University of Science and Technology in Trondheim, called “border cells,” which fire when an animal is close to a wall or boundary of some kind.

    All of these types of neurons, which exist in some form in humans, may too have assisted T. N. in his navigation of the obstacle course.

    In time, and with practice, people with brain injuries may learn to lean more heavily on such subconscious or semiconscious systems, and perhaps even begin to construct some conscious vision from them.

    ‘ It’s not clear how sharp it would be,’ Dr. Held said. ‘ Probably a vague, low-resolution spatial sense. But it might allow them to move around more independently.’ ”

    Untuk pembahasan lebih jauh bisa dilihat di website Profesor Beatrice de Gelder :

    http://www.beatricedegelder.com/books.html

    Saya kita harus tetap membuka kemungkinan memang masih banyak yg belum kita mengerti tentang cara kerja tubuh kita. Penelitian yg lebih mendalam saya rasa memang perlu dilakukan untuk memahami fenomena ini.

    Atau mungkin jika penasaran kita bisa menanyakan langsung pada Profesor Beatrice de Gelder tentang hal ini ( e-mail beliau : b.degelder@uvt.nl ). Dan menginformasikan kepada beliau jika di Indonesia pun banyak fenomena seperti ini yg pantas diteliti lebih jauh ( GMC ataupun Perguruan Silat tertentu mampu melakukan ini ) :D

  10. ardy says:

    kepada sdr Tommy, Salam kenal, saya Ardi berdomisili di jakarta yang kebetulan juga menekuni seni sulap. Saya sangat mengetahui benar tehnik/trik blindfold reading yang digunakan dalam sulap. Sebenarnya sudah beberapa bulan terakhir ini saya mendengar tentang pelatihan dan aktivasi otak tengah untuk anak anak oleh gmc, namun saya belum sempat mendatangi pihak gmc untuk membuktikan kebenaran dari kemampuan anak2 tsb melakukan blindfold reading secara real (bkn dengan trik sulap). saya hanya melihat tayangan kemampuan mereka dari video2 di youtube. jadi saya belum berani menyimpulkan apakah yang dilakukan oleh mereka adalah real atau sulap. Walau jika hanya melihat dari video2 di youtube bagi saya sangat jelas mereka pakai trik sulap.

    saya hanya berpikir, jika dengan mudah dalam satu dua hari kita bisa melakukan kemampuan “real” blindfold reading, kenapa bukannya tehnik itu diajarkan kepada pihak2 yang lebih membutuhkan, misalnya para tuna netra, para tentara, agar bisa melihat dalam gelap tanpa harus memakai kaca mata infra red.

    Sangat disayangkan jika kemampuan seperti itu hanya diajarkan kepada kalangan terbatas dengan biaya yang relatif mahal. Sebenarnya tidak sukar untuk membuktikannya, tinggal bertemu dengan anak2 yang telah mengikuti program tsbt dan kita buktikan langsung. mudah2an dalam waktu dekat saya bisa bertemu mereka dan membuktikan kebenaran kemampuan mereka, real atau trik sulap.

    jika kita berdebat disini tanpa pernah membuktikan langsung, saya rasa debat ini tidak akan selesai.

    sekali lagi mudah2an dalam waktu dekat saya bisa bertemu salah satu dari anak2 tersebut dan membuktikannya langsung, saya memiliki metode sederhana untuk mengetahui mereka menggunakan trik sulap atau bukan.

    btw ada yang bisa kasih info atau alamat salah satu dari anak2 yang telah ikut program gmc di jkt?

    terima kasih sebelumnya

    ardi

  11. faturachman says:

    buktikan langsung dengan anak2 itu di depan umum…beres…

  12. perdana says:

    MAS ARDY SAYA TUNGGU PEMBUKTIAN DAN ANALISISNYA DI http://WWW.PEMBODOHANOTAK.WORDPRESS.COM BLOG KHUSUS MEMBONGKAR PENIPUAN DAN KESESATAN AKTIVASI OTAK TENGAH

  13. perdana says:

    kunjungi http://www.pembodohanotak.wordpress.com yang khusus membahas penipuan dan kesesatan aktivasi otak tengah

  14. novita says:

    saya dari pertama tidak tertarik, bahkan sedikit ngeri dengan teori ini, menurut saya yg benar adalah meningkatkan fungsi indra bukan malah mamatikannya, apalagi ilmu yg dtransfer secara instan, tambah gak mungkin lagi, sayangnya saya tidak berkompete di bidang ini, dan berterima kasih atas tulisan ini, mudah2an bisa membuka mata orang tua yg lain.
    saya pun menganggap ini bukanlah masalah agama tapi kebenaran, ini fenomena yg lintas ras, agama, etnis dll, jgnlah dikecilkan karena batas tertentu.
    kebenaran harus ditegakkan

  15. achmad says:

    Saya salah satu yg ingin membuktikan kebenaran dengan fakta mengikuti dari awal.setelah 2 minggu tidak ada perubahan positif. Dan tidak ada perhatian dari pihak management GMC setelah aktivasi selesai dan pembayaran lunas.
    Saya masih menunggu reaksi dan meneliti perkembangan secara awam dengan mengumpulkan referensi dari berbagai media dengan tujuan perubahan pola psikologi dan perkembangan mental anak.
    Saya akan mengatakan yg sejujurnya, mari kita tunggu saudara semua…
    salam
    Achmad

  16. Kurotsuki says:

    Karena itu, diperlukan usaha kita bersama untuk menyebarkan berita ini agar semakin banyak orang tua yang sadar bahwa itu tidak banyak (atau malah tidak ada?) gunanya.
    Gara-gara gerah dengan berdirinya ASPAKSI, saya jadi ikutan posting tentang kontroversi AOT di http://www.kurotsuki.org/blog/kontroversi-otak-tengah/

  17. Adi Is says:

    Dear Min and Vantilan,
    Lama saya tidak melihat blog anda.
    Kelihatannya masalah otak tengah sudah mereda pembela pembelanya.
    Beberapa saat lalu melalui milist yang saya ikuti menemukan potongan postingan , yang mungkin berguna sebagai referensi kita, untuk itu saya co past kan disini.
    Salam untuk kalian berdua, dan pembaca blog ini.

    Adi Is, Jakarta Timur

    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

    TEORI OTAK TENGAH SUDAH JELAS PENIPUAN
    Prof. SARLITO WIRAWAN SARWONO
    October 29th, 2010 by sikathabis
    Di suasana Lebaran ini mestinya saya menulis sesuatu tentang Lebaran,tepatnya tentang bermaaf-maafan, wabil-khusus tentang psikologi maaf. Namun,draf tulisan yang sedang saya siapkan terpaksa saya sisihkan dulu saking gemasnya mengamati perkembangan pseudo-science (ilmu semu)yang sangat membahayakan akhir-akhir ini tentang otak tengah(midbrain). Mudah-mudahan artikel ini bisa menjadi bahan bacaan alternatif yang menarik di tengah tengah banjirnya (lebih parah dari banjir Pakistan) artikel dan siaran tentang Idul Fitri di hari-hari seputar Lebaran ini.
    Otak tengah adalah bagian terkecil dari otak yang berfungsi sebagai relay station untuk penglihatan dan pendengaran. Dia juga mengendalikan gerak bola mata. Bagian berpigmen gelapnya yang disebut red nucleus (inti merah) dan substantia nigra juga mengatur gerak motorik anggota tubuh. Karena itu kelainan atau gangguan di otak tengah bisa menyebabkan parkinson. Untuk keterangan lebih lanjut silakan berkonsultasi dengan dokter.
    Namun, yang jelas, otak tengah tidak mengurusi inteligensi, emosi, apalagi aspek-aspek kepribadian lain seperti sikap, motivasi, dan minat. Para pakar ilmu syaraf (neuroscience) Richard Haier dari Universitas California dan Irvineserta Rex Jung dari Universitas New Mexico, Amerika Serikat, menemukan bahwa inteligensi atau kecerdasan yang sering dinyatakan dalam ukuran IQ tidak terpusat pada satu bagian tertentu dari otak, melainkan merupakan hasil interaksi antar beberapa bagian dari otak.
    Makin bagus kinerja antar bagian- bagian otak itu, makin tinggi tingkat kecerdasan seseorang (teori parieto-frontal integration). Di sisi lain, pusat emosi terletak di bagian lain dari otak yang dinamakan amygdala, tak ada hubungannya dengan midbrain. Sementara itu aspek kepribadian lain seperti minat dan motivasi lebih merupakan aspek sosial (bukan neurologis) dari jiwa, yang lebih gampang diamati melalui perilaku seseorang ketimbang dicari pusatnya di otak.
    Sampai dengan tahun 1980-an (bahkan sampai hari ini) masih banyak yang percaya bahwa keberhasilan seseorang sangat tergantung pada IQ-nya. Makin tinggi IQ seseorang akan makin besar kemungkinannya untuk berhasil. Itulah sebabnya banyak sekolah mempersyaratkan hasil tes IQ di atas 120 untuk bisa diterima di sekolah yang bersangkutan. Namun, sejak Howard Gardner menemukan teori tentang multiple intelligence (1983) dan Daniel Goleman memublikasikan temuannya tentang Emotional Intelligence (1995), maka para pakar dan awam pun tahu bahwa peran IQ pada keberhasilan seseorang hanya sekitar 20–30% saja.
    Selebihnya tergantung pada faktor-faktor kepribadian lain seperti usaha, ketekunan, konsentrasi, dedikasi, kemampuan sosial. Walaupun begitu, beberapa bulan terakhir ini, marak sekali kampanye tentang pelatihan otak tengah.
    Bahkan rekan saya psikolog psikolog muda ada yang bersemangat sekali mengampanyekan otak tengah sambil mengikutsertakan anak-anak mereka kepelatihan otak tengah yang biayanya mencapai Rp3,5 juta/anak (kalau dua anak sudah Rp 7 juta, kan) hanya untuk dua hari kursus.
    Hasilnya adalah bahwa anak-anak itu dalam dua hari bisa menggambar warna dengan mata tertutup. Wah, bangganya bukan main para ortu itu. Mereka pikir setelah bisa menggambar dengan mata tertutup, anak-anak mereka langsung akan jadi cerdas, bisa konsentrasi di kelas, bersikap sopan santun kepada orang tua, bersemangat belajar tinggi, percaya diri, dan sebagainya seperti yang dijanjikan oleh kursus-kursus seperti ini.
    Mungkin mereka mengira bahwa dengan menginvestasikan Rp3,5 juta untuk dua hari kursus, orang tua tidak usah lagi bersusah payah menyuruh anak mereka belajar (karena mereka akan termotivasi untuk belajar sendiri), tidak usah membayar guru les lagi (karena otomatis anak akan mengerti sendiri pelajarannya), dan yang terpenting anak pasti naik kelas, malah bisa masuk peringkat. Inilah yang saya maksud dengan “berbahaya” dari tren yang sedang berkembang pesat akhir-akhir ini.
    Untuk orang tua yang berduit, uang sebesar Rp3,5 juta mungkin tidak ada artinya. Namun, kasihan anaknya jika ternyata dia tidak bisa memenuhi harapan orang tuanya. Selain bisa menggambar dengan mata tertutup (sebagian hanya berpura-pura bisa dengan mengintip lewat celah penutup mata dekat hidung), ternyata dia tidak bisa apa-apa.
    Konsentrasi tetap payah, motivasi tetap rendah, dan emosi tetap meledak-ledak tak terkendali. Pasalnya memang tidak ada hubungannya antara otak tengah dengan faktor faktor kepribadian itu.
    Namun, orangtua sepertinya tidak mau tahu. Dia sudah membayar Rp3,5 juta dan sudah mendengarkan ceramah Dr David Ting, pakar otak tengah dari Malaysia itu.
    Kata Dr Ting, anak yang sudah ikut pelatihan otak tengah bukan hanya jadi makin pintar, tetapi jadi jenius. Karena itu nama perusahaannya juga Genius Mind Corporation. Malah bukan itu saja. Menurut Dr Ting, anak yang sudah terlatih otak tengahnya bisa melihat di balik dinding, bisa melihat apa yang akan terjadi (seperti almarhumah Mama Laurenz), bahkan bisa mengobati orang sakit. Ya, itulah yang dijanjikannya dalam iklan-iklan Youtube-nya di internet. Dan dampaknya bisa dahsyat sekali karena angka KDRT pada anak bisa langsung melompat naik gara-gara banyak anak dicubiti atau dipukuli pantatnya sampai babak-belur oleh mama-mama mereka sendiril antaran tidak bisa melihat di balik tembok, meramal atau mengobati orang sakit.***
    Untuk menyiapkan tulisan ini, saya sengaja menelusuri nama David Ting di Google. Ternyata ada puluhan pakar di dunia yang bernama David Ting dan David Ting yang menganjurkan otak tengah ini ternyata bukan pakar ilmu syaraf, kedokteran, biologi, atau psikologi. Dia disebutkan sebagai pakar pendidikan dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syaraf (neuroscience).
    Maka saya ragu akan ilmunya. Apalagi saya hanya mendapati beberapa versi Youtube yang diulang-ulang saja, beberapa tulisan kesaksian, dan cerita-cerita yang sulit diverifikasi kebenarannya. Saya pun lanjut dengan menelusuri jurnal-jurnal ilmiah online, siapa tahu tulisan-tulisan ilmiahnya sudah banyak, tetapi saya belum pernah membacanya. Namun hasilnya juga nol. Maka saya makin tidak percaya.
    Saya yakin bahwa teori David Ting tentang otak tengah hanyalah pseudo-science atau ilmu semu karena seakan-akan ilmiah, tetapi tidak bisa diverifikasi secara ilmiah. Sama halnya dengan teori otak kanan-otak kiri yang juga ilmu semu atau astrologi atau palmistri (membaca nasib orang dengan melihat garis-garis telapak tangannya). Masalahnya, astrologi dan palmistri yang sudah kuno itu tidak merugikan siapa-siapa karena hanya dilakukan oleh yang mempercayainya atau sekadar iseng-iseng tanpa biaya dan tanpa beban apaapa. Kalau betul syukur, kalau salah yo wis.
    Lain halnya dengan pelatihan otak tengah dan dulu pernah juga populer pelatihan otak kanak-otak kiri. Bahkan, saya pernah memergoki, di sebuah gedung pertemuan (kebetulan saya ke sana untuk keperluan lain), sebuah pelatihan diselenggarakan oleh sebuah instansi pemerintah yang judulnya “Meningkatkan Kecerdasan Salat”. Semuanya dijual sebagai pelatihan dengan biaya (istilah mereka “biaya investasi”) yang mahal. Ini sudah masuk ke masalah membohongi publik, sebab mana mungkin dengan satu pelatihan selama dua har iseorang anak bisa disulap menjadi jenius yang serbabisa, bahkan bisa melihat di balik dinding seperti Superman.
    Lagipula, apa hubungannya antara menggambar dengan mata tertutup dengan jenius? Einstein, Colombus, Thomas Edison, Bill Gates, Barack Obama, dan masih banyak lagi adalah kaum jenius tingkat dunia, tetapi tak satu pun bisa menggambar dengan mata tertutup.
    Teori otak tengah sudah jelas penipuan. Dengan berpikir atau bertanya sedikit, setiap orang bisa tahu bahwa ini adalah penipuan. Namun orang Indonesia itu malas bertanya dan ingin yang serba instan. Termasuk kaum terpelajar dan orang berduitnya. Jadi kita gampang sekali jadi sasaran penipuan. Inilah menurut saya yang paling memprihatinkan dari maraknya kasus otak tengah ini.
    (*) Prof. DR. SARLITO WIRAWAN SARWONO, Guru Besar Fakultas Psikologi UI

    <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

  18. hai hai says:

    @Jiwa01, apa yang dimaksudkan dengan tenaga dalam?

    Kekuatan yang mampu memecahkan benda-benda keras. apakah itu tenaga dalam?

    Kekuatan yang mampu disalurkan ke dalam benda-benda LEMAH untuk memecahkan benda-benda keras. (menjatuhkan bohlam unntuk memecahkan keramik; menggunakan koran untuk mematahkan gagang pompa, melempar sumpit menembus triplek.)

    Menjatuhkan lawan tanpa menyentuhnya. Memecahkan barang tanpa menyentuhnya.

    Jiwa01, banyak perguruan silat yang MAMPU menjatuhkan lawan TANPA menyentuhnya. Pertanyaannya adalah: Bila mampu menjatuhkan manusia yang beratnya lebih dari 40Kg, mustahil tidak mampu menjatuhkan gelas berisi air bukan? Silahkan CARI para pendekar tenaga dalam di negeri ini yang MAMPU membuat sebuah gelas berisi air MENTAL tanpa menyentuhnya seperti mereka menjatuhkan saudara-saudara seperguruannya. Saya sudah mencari selama 26 TAHUN namun belum menemukan orang demikian.

    DIM MARK adalah pukulan yang ngetop sekali gara-gara film Blood Sport dengan bintang Van Dame. Letakkan 10 batu bata di atas lantai lalu pilih salah satu yang akan dipecahkan. Sebagai seorang Karateka anda tahu bahwa batu bata yang diganjel bawahnya jauh lebih mudah untuk dipecahkan dari pada yang diletakkan di atas lantai begitu saja. 10 batu bata diletakan di atas lantai tanpa diganjel bawahnya dan anda boleh pilih bata ke berapa yang HARUS patah.

    apa pendapat anda tentang orang yang mampu melakukan hal demikian? Saya banyak memenangkan uang taruhan karena banyak orang yang TIDAK percaya saya MAMPU melakukan hal demikian.

    Mematahkan besi. Besinya di ganjel. Besinya adalah besi COR. Besinya PANJANG. apa yang terjadi bila ganjelnya DIRAPATKAN jaraknya? Bagaimana bila besinya diganti yang bukan besi cor? Bagaimana bila besinya lebih pendek?

    Saudara Jiwa01, bila hendak menguji, sebaiknya barangnya bawa sendiri. Dengan demikian, anda tahu keasliannya.

    Menjatuhkan sebuah bohlam ke atas keramik dan keramiknya pecah. apakah itu tenaga dalam? Ha ha ha ha …. Siapapun mampu melakukannya. Tidak ada tenaga dalam sama sekali untuk melakukan hal itu.

    Mematahkan gagang pompa dengan sabuk atau dengan koran? Tidak perlu tenaga getaran untuk melakukan hal itu.

    Tentang KH Maksum, memang ada beritanya, namun saya sudah mencari rekaman kejadiannya. Namun biarlah berita itu tetap demikian.

  19. Susi says:

    Saya ucapkan banyak terimaksih atas semua informsi yang ditulis di atas. itu menmbah wawasan bagi saya pribadi.
    Saat ini memang sudah banyak lembaga yang bergerak di bidang aktivasi otak tengah yang tidak perlu saya sebutkan satu persatu. pada dasarnya orang tua mengikut sertakan putra-putrinya mengekuti training aktivasi otak tengan hanya ingin bagaimna ada prubahan bagi anak2 mereka ke arah yang positive.

    Sangat perlu bagi semua kalangan masyarakt untuk mengetahai secara totalitas bagaimna proses pelatihan itu berlangsung dengan biar nanti kita semua mengetahui kebanaran yang sesungguhnya. baik secara biologis dan sistem yang berlaku pada saat training, karena ini berhubungan dengan anak2 bangsa yang merupakan generasi yang akan datang. jadi tidak perlu kita saling mengklaim pada forum ini dengan opininya masing2 yng tampa bukti.

    Mengingat banyaknya putra/putri Indonesia yang sudah mengikuti peltihan tersebut kita perlu secepatny untuk mngetahui yng sesungguhnya jangan hanya beropini disini.

    Klo memang lembaga yang bergerak dibidakang aktivasi otak tengah itu terbukti benar secara biologis dan sistem yng diterapkan pda saat training maka kita patut bersyukur atas keberadaannya.
    Namun jika itu terbukti bersyifat penipuan yang bergedok ilmiah, maka secepatnya juga masyarakat bertindak dengan tegas biar tidak ada korban lagi…

    Salam perdamayan dan persaudaraan dari saya.

  20. vantillian says:

    Sdr Jiwa01

    Penelitian tentang HUBUNGAN antara otak tengah dan blindfold reading serta kaitannya dengan kegeniusan BELUM ada buktinya. Bukankah itu yang selalu saya pertanyakan kepada pihak GMC. Kita memang harus terbuka kepada penelitian yang terbaru. Kalau benar2 ada penelitian begitu, mengapa pihak GMC tidak bisa membuktikannya dengan hanya menunjukkan dimana penelitian itu? Bukankah yg mereka lakukan justru berbahaya karena TANPA dan BELUM ada penelitiannya? ( Meskipun kita terbuka bagi penelitiannya?). Bukankah ini menjadi terbalik? Kenapa membual dan menipu bila belum ada BUKTI penelitiannya? Mengapa tidak menunggu dulu?

    Sdr Jiwa01, mengenai artikel yg anda berikan, bagi saya itu tidak membuktikan apa2 tentang KORELASI midbrain dan kegeniusan ataupun blindfold. Bacalah kembali artikel tersebut baik2, kemudian pahamilah konteks LOWER MAMMALS THESE MIDBRAIN SYSTEM dipakai. Saya tidak pernah tidak mau membuka diri terhadap penelitian baru. Namun saya juga tidak akan terkecoh HANYA dengan adanya KATA “MIDBRAIN” dalam setiap artikel, karena banyak artikel ilmiah yang membahas midbrain, khususnya dalam mamalia TINGKAT RENDAH. Mengapa manusia lebih cerdas dari mamalia tingkat rendah? Apakah karena manusia LUPA mengaktifkan midbrainnya? Kalau benar begitu, mengapa pihak GMC tidak MAMPU menunjukkan bukti penelitiannya? Sekedar mencari artikel yang membahas kata “midbrain” tidak berarti langsung MEMBENARKAN klaim bualan dari GMC lho. Saya juga sudah membaca banyak artikel ilmiah ttg midbrain sebelum nulis artikel ini, khususnya midbrain mamalia tingkat rendah. Bila ada penelitian terbaru, silakan kasih tahu saya. Saya akan terbuka menerimanya. Namun sebelum ada, mari kita menggugat terus aktivitas dari pihak GMC. Cukup fair bukan?

    Salam ( sori saya baru membalas karena kesibukan)

    Tommy

  21. vantillian says:

    Ilmu metafisika itu membahas filsafat tentang di luar fisika. Jadi tidak ada yang perlu diilmiahkan secara ILMU BIOLOGI. Namun sejauh membahas OTAK, kita tetap harus emmbahs dalam ranah ilmu BIOLOGI. Dan itu harus mengikuti metode ilmiah sains. Kecuali kalau yang dibahas konotasi dari “otak udang”, itu baru masuk bahasan BAHASA.

  22. vantillian says:

    Ibu Yul..

    Saya dan teman saya Hai sudah memberikan dasar dan CARA mengujinya, silakan Ibu mengujinya dengan anak ibu. Lalu jujurlah, berapa kali anak ibu salah dalam MENEBAK?

  23. Jiwa01 says:

    @ Sdr Hai-Hai

    Maaf saya baru sempat baca comment Sdr Hai-Hai ini – sudah lama sekali tidak buka blog ini … kebetulan ada e-mail dari blog ini ( sdr Tommy ) sehingga saya membaca lagi blog ini.

    Dalam dunia beladiri traditional di Indonesia ( Pencak Silat ) sebenarnya tidak dikenal istilah Tenaga Dalam. Mayoritas Pencak Silat tidak mengenal konsep Tenaga Dalam seperti Chi/Qi ataupun jalur khusus Tenaga Dalam seperti Meridian Akupuntur yg dikenal dalam CMA ataupun Chinese Culture. Konsep Tenaga Dalam ( Chi/Qi ) akan sangat bias jika diterapkan untuk Pencak Silat karna memang tidak adanya kesatuan konsep seperti dalam CMA.

    Istilah Tenaga Dalam baru populer digunakan Pencak Silat pada tahun 80an melalui publikasi gencar Tabloid Bola ketika itu. Dalam kalangan praktisi biasanya untuk mudahnya dibedakan dari Fenomena yg tampak dipermukaan saja yaitu Fenomena Mental-mentalan ini biasa dikenal dengan Tenaga Dalam Ilmu Kontak dan Fenomena Pematahan Benda Keras yg disebut Tenaga Dalam Fisik. Sebenarnya selain 2 fenomena ini dikenal Fenomena lain yg dikenal dengan Ilmu Kanuragan, Ajian dan sejenisnya – tetapi perguruan jenis ini biasanya sifatnya sangat tertutup.

    Sepengetahuan saya Perguruan Silat yg menekankan Ilmu Kontak ( Mental-Mentalan ) biasanya tidak memiliki kemampuan mematahkan benda keras yg baik – walaupun bisa hanya sampai taraf tertentu saja. Sebaliknya Perguruan Silat yg memiliki kemampuan mematahkan benda keras biasanya tidak mengenal Ilmu Mental-Mentalan. Keduanya seakan dua jalur yg berbeda bukanlah satu jalur lurus yg saling berkesinambungan.

    Setidaknya ini pemahaman saya tentang istilah Tenaga Dalam yg dikenal Dunia Pencak Silat di Indonesia.

    Mengenai Tenaga Dalam Ilmu Kontak ( Mental-Mentalan ), saya sendiri kebetulan pernah mempelajari Hypnosis pada saat saya kuliah dahulu. Dan sewaktu saya menjadi asisten dosen saya pun sempat membantu beberapa riset yg dilakukan dosen saya tentang Hypnosis dan beberapa kasus Hypnotherapy. Hypnosis merupakan salah satu subject pembahasan dari bidang ilmu kuliah saya dulu dan dosen saya ini salah satu yg tertarik meneliti Fenomena seperti ini.

    Seperti yg saya katakan istilah Tenaga Dalam adalah istilah baru yg sebenarnya hampir tidak pernah digunakan oleh perguruan pencak silat traditional. Saya pernah bertanya kepada salah seorang praktisi traditional ilmu kontak ini apakah Ilmu nya bisa disebut Tenaga Dalam – Praktisi ini malah balik bertanya pada saya apa itu Tenaga Dalam :D

    Salah satu istilah traditional yg sering digunakan untuk ilmu jenis ini adalah Ilmu Batin. Dan aplikasi lain dari Ilmu ini dikenal dengan Fenomena Gendam, Sirep dsj. Saya rasa istilah Ilmu Batin mungkin memang lebih tepat untuk menggambarkan Fenomena ini dibanding Tenaga Dalam.

    Saya sendiri memahami bahwa beberapa Fenomena Tenaga Dalam Ilmu Kontak ini memang masih bisa dijelaskan dengan menggunakan pendekatan Psikologi Alam Bawah Sadar seperti yg biasa digunakan untuk menganalisa Fenomena Hypnosis yg dulu menjadi riset dosen saya semasa saya kuliah dulu. Ini salah satu alasan saya mengatakan istilah Ilmu Batin mungkin lebih tepat dibanding Tenaga Dalam untuk Fenomena ini. Karakteristik Ilmu ini lebih mendekati Ancient Hypnosis.

    Tetapi dalam beberapa kasus – misalnya apa yg diperlihatkan Gus Maksum ini – saya agak sulit menjelaskannya dengan pendekatan Psikologi Alam Bawah Sadar. Dulu ketika peristiwa Gus Maksum ini baru-baru terjadi saya sempat mendiskusikannya dengan mantan Dosen saya ini – saya sudah lama lulus waktu itu. Dan kami tidak menemukan penjelasan yg memuaskan tentang Fenomena Gus Maksum ini. Pada saat itu kami berkesimpulan Fenomena ini tidak bisa dijelaskan dengan penjelasan Psikologi Alam Bawah Sadar.

    Entah mungkin jika ada praktisi Hypnosis yg mampu menduplikasikan Fenomena ini – Real dalam situasi kerusuhan nyata seperti yg dilakukan Gus Maksum.

    Oya … Jika anda berhasil menemukan video rekaman kejadian Gus Maksum ini bisa anda share dengan saya ( mungkin bisa lewat japri – sdr Tommy sepertinya tahu e-mail saya – jika tidak ingin memperluas polemik tentang tokoh ini ), saya sendiri hanya sempat menyaksikan sekali pada salah satu berita di Station TV Swasta waktu itu.

    Salam

  24. Jiwa01 says:

    @ Sdr Hai-Hai

    Sekarang mengenai Tenaga Dalam Fisik, Ketika saya berkenalan dengan Pelatih Senior Silat ini di awal tahun 80an demo-demo yg dikatakan Sdr Hai-Hai seperti menjatuhkan bohlam untuk memecahkan keramik, menggunakan koran untuk mematahkan pompa dragon dsb hampir tidak pernah diperagakan kala itu. Saya sendiri melihat demo seperti ini ( bohlam-keramik, koran-pompa dragon ) baru awal tahun 90an.

    Tapi setahu saya biasanya yg mendemokan bohlam-keramik dan koran-pompa dragon adalah “Perguruan Tenaga Dalam Ilmu Kontak” ( yg mulai populer di awal 90an ) bukan “Perguruan Tenaga Dalam Fisik” yg tetap lebih dominan memperagakan pematahan benda keras dengan jumlah sasaran yg fantastis dimata saya sebagai Karateka – Pematahan 7 atau 9 sasaran yg setiap sasaran terdiri dari misalnya 4 balok es, 3 batu kali, 6 kikir tanpa sekat, per mobil, 4 beton cor dsb.

    Perguruan “Tenaga Dalam Ilmu Kontak” tidak pernah melakukan pematahan benda keras se-extreem ini. Bahkan Perguruan Karate saya pun tidak pernah melakukan Tameshiwari se-extreem ini … saya pernah ditawarkan untuk mencoba Pematahan 7 sasaran seperti ini tapi pada sasaran ke 4 saya sudah tidak lagi sanggup meneruskannya :D

    Sedang demo “Tenaga Dalam Ilmu Kontak” seperti bohlam-keramik dan koran-dragon bagi saya tidaklah mengheran, memecahkan keramik dengan bohlam bisa dilakukan jika bohlam tegak lurus keramik. Begitu pula pematahan pompa dragon dengan koran biasanya digunakan pompa dragon jenis R0 – pompa dragon yg sangat mudah patah. Saya pernah mematahkan dengan jari kelingking pompa dragon jenis ini. Pompa Dragon ada 4 jenis – jika saya tidak salah ingat yaitu R0, R1, R2 dan R3 – R0 adalah yg paling mudah patah.

    Tetapi pematahan benda keras yg saya lihat dalam Perguruan Silat “Tenaga Dalam Fisik” ini menggunakan Balok Es bukan Pompa Dragon. Kebetulan pada saat itu sedang ada Ujian Kenaikan Tingkat dan materi sasaran yg digunakan adalah Balok Es. Tentunya tidak mungkin jika saya harus membawa balok es sendiri ke tempat itu bukan … repot amat euy :D

    Jadi cara saya membuktikan Balok Es yg digunakan adalah asli ya dengan memukulnya sendiri. Saya sudah cukup sering melakukan Tameshiwari tentunya saya sudah dapat mengukur kira-kira berapa besar tenaga yg dibutuhkan untuk mematahkan Balok Es.

    Pada saat saya demo kemampuan Tameshiwari saya di depan pelatih itu, saya sempat gagal pada percobaan pertama karna saya salah mengukur kekuatan Balok Es tsb. Setelah saya menambah sedikit Tenaga baru Balok Es tsb patah. Dari sini saya bisa pastikan Balok Es yg digunakan sedikit lebih keras dibanding Balok Es yg biasa saya gunakan untuk Tameshiwari.

    Sedang pada pemilihan Balok Es yg digunakan Pelatih Silat tsb, saya selalu memukul lebih dahulu dengan kekuatan secukupnya untuk memastikan Balok Es tidak rekayasa. Jika Balok Es direkayasa biasanya dengan kekuatan tertentu Balok Es bisa dipatahkan – saya pernah menemui kasus Balok Es direkayasa seperti ini.

    Pada pematahan Balok Es yg dilakukan Pelatih tsb ada 2 hal yg bagi saya menarik. Pertama yaitu ketika Pelatih tsb menyentuh Balok Es sebentar dan kemudian saya lah – bukan pelatih itu – yg menepuk patah Balok Es tsb, tepukan saya ringan saja dan balok es itu patah. Padahal sebelumnya balok es tsb sudah saya tepak tepuk selama 10 menit dan Balok Es tsb tidak patah. Sedang yg kedua adalah pematahan Balok Es dengan sabuk. Dalam kedua pematahan itu saya sudah check – dgn cara yg sudah saya sebutkan di atas – Balok Es itu Real tidak direkayasa.

    Saya sendiri tidak mempermasalahan istilah Tenaga Dalam karna seperti yg saya katakan istilah ini rancu jika digunakan dalam Pencak Silat. Saya tertarik memberi comment dalam blog ini karna sdr Tommy mengatakan apa yg dilakukan praktisi Tenaga Dalam bisa dilakukan oleh seorang Karateka. Dan jujur dengan teknik Karate, saya tidak bisa melakukan pematahan Balok Es seperti di atas.

    Mungkin Sdr Hai-Hai bisa melakukan pematahan Balok Es seperti di atas … silakan dibabar caranya.

    Salam

    PS : Mengenai saran “bila hendak menguji, sebaiknya barangnya bawa sendiri” – saya punya cerita menarik dengan Pelatih Senior ini.

    Saya kebetulan pernah mengantar Pelatih ini untuk mencari bahan material Ujian Kenaikan Tingkat Perguruan ini – saya pernah mengatakan saya tahu tempat menjual barang material yg murah berkualitas. Pada salah satu Toko Material, saya sempat memilih satu jenis kikir yg saya anggap cukup keras dan menanyakan bagaimana kalo kikir jenis ini saja yg digunakan. Pelatih ini kemudian memegang salah satu ujung kikir ( ujung yg lancip ) dengan tangan kirinya sedang ujung lainnya ( ujung yg lebar ) dijepit dengan menggunakan jempol dan telunjuk tangan kanannya. Dengan gerakan perlahan Pelatih ini memotes – memutar jempol dan telunjuknya – hingga ujung kikir itu patah sedikit.

    Pelatih ini kemudian mengatakan “Jangan yg ini … masih gampang patah “. Baru setelah pada suatu Toko kami menemukan kikir yg tidak bisa dipotes patah – akhirnya kami memesan kikir pada Toko tsb. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala aja … ternyata begitu ya cara milih bahannya :D

  25. minmerry says:

    Halo Jiwa 01, welcome, saya Minmerry, tapi bersahabat baik dengan Hai Hai. Dan Hai Hai kadang membantu membalas komentar di blog ini, :)
    saya dah sampekan ke Ko Hai tentang balesan komentar anda. Harap bersabar dan dia pasti segera membalas komentar anda. Kay?

    Semoga hari anda menyenangkan. :D

  26. hai hai says:

    Jiwa01, sebagai seorang debunker, saya tidak bisa mengimentari apa yang anda tulis karena salah prinsip yang saya anut adakah membuktikannya sendiri dengan CARA yang benar.

  27. sujarwobudiman says:

    maaf jika kata2 salah atau menyinggunng perasaan orang lain,banyak komentar yang masuk berkaitan dengan aktivasi otak tengah ada yang negatif ada yg positif menanggapinya,tapi saya punya pendapat sendiri tentang hal ini,terlepas dari segi ilmiah karena aq sendiri tdk paham tentang science,secara pemikiran orang awam memang fenomena yg terjadi jika anak yg ditutup mata bisa melihat,berjalan dengan mata tertutup tan menubruk dll,memang nyata adanya sebab udah saya buktikan sendiri terhadap anak saya sendiri,semula saya sekitar awal tahun 2010 ada pameran di kabupaten saya dan didalamnya ada stan gmc yang lagi demo dengan anak2 kecil yang matanya di tutup ,pertama agak heran dan sinis menanggapinya dan anak saya melihat juga waktu itu, sempat diksih brosur waktu oleh gmc,sampai di rumah jadi tanda tanya bagi kami sekeluarga,antara ya dan tidak untuk mengikutkan anak kami dalam prokgram itu,pada keesokan harinya tampaknya anak kami antusias tuk bisa membaca dengan mata tertutup,tiba2 saya punya isiatif tuk coba2 dengan tehnik sendiri yang belum di coba ke anak lain,yaitu dengan meningkatkan naluri anak hingga kepekaan tertentu dengan mengatur konsentrasi dan pernafasan anak (anak kami klas 3 sd dan teori pernafasan q pelajari waktu dulu ketika ikut beladiri) perlahan2 anak bisa mengontrol apa yg terdapat di lingkungan,kemudian anak saya tutup mata alhasil anak bisa mengenali benda apa yg saya tunjukan,besoknya anak saya bisa berjalan dgn mata tertutup dan trus meningkat kelatihan2 berikutnya tanpa bimbingan gmc,jadi dengan apa yang terjadi pada saya saya bisa menarik kesimpulan sendiri tnpa pertimbangan ilmiah karena saya tdk tahu tentang science bahwa apa yg diajarkan oleh gmc adalah BUKAN BOHONG hanya mungkin penyebutan tentang akt otak tengah memang membutuhkan penelitian lebih lanjut,sebab kalo naluri pada manusia memang ada bahkan pada hewan juga diakui oleh para pakar,dan semua manusia memiliki naluri tergantung tiap manusia itu peka apa tidak,dan mungkin teori gmc adlah salah satu untuk membuat peka naluri anak,terlepas otak mana yg mengolah hal naluri ini,tapi kegiatan gmc adalah benar adanya dan bukan hal bohong adanya,kalo saudara2 yg gak percaya coba dekati anak yg sudah peka nalurinya atau anak buah gmc,coba anda pasang sendiri alat penutupnya sekiranya tdk ada celah,coba praktekan apa yang meragukan anda,dan saya yakin mereka akan bisa melakukan apa yang anda perintahkan,dan hal ini memang tdk ada hubungannya dengan mistis,trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
You are the Potter, I'm the Clay Follow us Facebook Twiter Twiter Flickr YouTube RSS