Double Esspresso – Weakness

Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan. Terlalu banyak. Hal yang terjadi, berulang-ulang atau hal yang belum terjadi. Agar aku mengerti lebih jauh, agar aku tidak terseret lebih jauh. Bagaimana itu bisa terjadi? Aku tidak tahu.
Keira.
Aku, Keira, dengan rambut hitam… rambut hitam yang sudah kembali memanjang hingga ke siku lengan, pagi itu, berjalan di sisi jalan. Berjalan tanpa menatap orang-orang yang lalu-lalang melewatinya. Tidak akan ada yang melirikku dengan tatapan pujian. Tanya Dennis. Dia akan dengan senang memberitahu sebabnya.
‘Selamat pagi. Anda ingin memesan apa?’ Tanyaku. Pria tua itu tidak tersenyum, menjawab lalu kembali pada apa yang ia baca.



Its like, we can consider, though we don’t know every detail, but all around us, mostly, people need helps. Help for family, for living cost, find a job, study, bad habbits. And mostly, even it seems not hard, but for who into it can’t help theirselves. It just not simply as we thought and we need someone to help.
Baru-baru ini masyarakat dikejutkan oleh siaran beberapa televisi swasta tentang fenomena yang membuat sebagian orang penasaran dan sebagian lainnya gelisah. Beberapa anak menunjukkan kemampuan mereka menebak warna kertas, jenis kartu remi, membaca bahkan naik sepeda dengan mata tertutup sebuah selendang. Pertunjukkan itu menuai berbagai reaksi: Ada yang menganggapnya sebagai penemuan ilmu pengetahuan yang luar biasa, ada yang menganggapnya sebagai kekuatan mistik yang dibungkus dengan topeng ilmu pengetahuan, namun ada pula yang menyangkanya sebagai muslihat untuk mencari uang gampang. Apa yang sesungguhnya terjadi? Apabila itu adalah muslihat, kenapa tidak ada orang yang menguaknya? Apabila itu adalah kekuatan mistik, bagaimana membuktikannya? Apabila itu adalah penemuan ilmiah, kenapa tidak dimuat di dalam jurnal-jurnal ilmu pengetahuan? Handai taulan sekalian, sebagai seorang Tionghoa Kristen, seorang yang takut akan Tuhan, seorang warga negara Indonesia yang peduli dengan pendidikan anak-anak Indonesia, izinkan saya MENGUJI fenomena itu di depan banyak saksi.”
Sebuah penemuan yang baru adalah metode yang berbeda dengan lainnya. Berdasarkan ilmu psikologi yang luar biasa, teknik kegeniusan mutakhir, neurolinguistik, ilmu komunikasi, ilmu tingkah laku dan lain sebagainya serta menggunakan teknologi komputer ilmiah mutakhir, dalam waktu yang sangat pendek yaitu satu setengah hari, dapat berhasil mengaktifkan midbrain anak-anak. Hal ini merupakan sebuah prestasi yang dikagumi oleh orang-orang di luar dan di dalam negeri dan juga merupakan kehormatan bagi umat manusia modern.





