Does God Exist?

2010
01.03

Does God Exist?

If u asked me…, I’ll answer… of course, exist.

Tuhan ada. Aku tidak memiliki banyak kata dan cukup pengetahuan untuk menjelaskan keberadaan diri-Nya. Tapi Dia ada.

Dia ada. Seriously.   =D

Sejak kecil, aku tidak pernah meragukan keberadaannya. Aku merasa selain my daddy, aku juga memiliki Lord Father, yang menyertai kehidupanku sejak kecil. Aku berdoa sejak tahu doa itu apa. Aku berdoa sebelum tidur, pada Bapa di surga.

Kadang ada doa-ku yang dijawab secara tiba-tiba dan tak terpikirkan olehku. Kadang untuk menyembuhkan sakit hatiku, aku melupakan doaku yang tidak dijawab. Itu membuat Tuhan sempurna sebagai Bapa yang adil. Itu menurutku. Walo sejujur jujurnya, aku berharap semua doaku dijawab. Huehehe.

Aku bersyukur, dalam hatiku, ada ruang yang cukup untuk bagiku menerima Tuhan dalam hidupku. Aku bersyukur aku tidak membandingkanNya dengan allah lain. Aku bersyukur untuk feeling malam ini, aku bisa menuliskan kehangatan yang muncul saat memikirkan Tuhan.

Tapi aku tidak berani saat ini untuk meminta Tuhan menguji hatiku. Sungguh, belon berani.      -.-   (coward? yeah, i know… )

He is Almighty God.

Bookmark and Share

Tags:

2 Responses to “Does God Exist?”

  1. Iik says:

    Ah min,,… Tulisannya menyentil..

    Semua yang terjadi padaku sebaliknya

    Sejak kecil, aku meragukan keberadaannya. Aku tidak memiliki ayah, tidak juga Lord Father, yang menyertai kehidupanku sejak kecil. Aku tidak pernah berdoa. Aku tidak mengenal Bapa di surga. Aku membandingkannya dengan Allah lain. Aku tak mempercayai BAPA itu ada dan baik.

    Hingga.. semua menjadi terbalik 14 tahun yang lalu, saat ia menyentuh seluruh keberadaanku

    Ternyata ada 1 kerajaan besar di dalam hatiku, kosong tak berpenghuni, tak memiliki raja di dalamnya. Dan… waktu IA bertahta, IA kuijinkan mengubahku sepenuhnya.

    Saat ini .. oleh anugerah DIA membuatku berani untuk senantiasa meminta.. “UJILAH AKU…, buatlah aku hanya berkenan bagiMU… bukan yang lain”

    HE IS AWESOME GOD..

  2. minmerry says:

    Nice, Nice testimony, Iik. Sungguh sangat berbeda dengan kehidupan Min.

    Dan itu menjadikan Iik “berani”. Berbeda dgn Min. Saat ini, Min lum berani meminta pada Tuhan untuk sebuah ujian. No, i’m not that brave. I dont wanna bet on this little faith inside me.

    Itu yang membuat kita jadi menerima satu sama lain begitu saja? (melankolis dimulai, haha)…

    Mungkin min melihat Tuhan kaya daddy. Karena ada daddy yang begitu sempurna dalam hidup min, maka bayangan yang muncul saat memikirkan Tuhan adalah yang seperti daddy ( =D )

    Iik kaya my husband (etseeeh) dia suka mengatakan “oleh anugerah”… Melalui iik, aku mengerti sedikit lebih jauh makna itu.

Your Reply