Testimony of Min – Mission Trip to Karimun & T. Sitimbul

2009
11.09

foto sebelum naik ke pesawat

Ini adalah pengalaman saya untuk yang pertama kalinya ikut dalam mission trip. Dan saya bersyukur karena ini.

Mission trip ke POS PI Tanjung Balai Karimun dan Teluk Sitimbul, untuk keseluruhannya, menurut saya sangat berkesan.  Perjalanan yang cukup panjang, insiden keterlambatan pesawat hingga kapal yang membawa team ke Tanjung Balai Karimun dari Batam-harus menunggu… Lalu disambut dengan bus antik yang siap membawa team untuk transportasi selama disana, semuanya sangat berkesan.

Sebuah kota kecil, kota yang belum pernah saya singgahi sebelumnya, namun terasa akrab… Mungkin karena penduduknya yang ramah? Mereka yang sederhana? Mereka yang menyambut kedatangan kami dengan rendah hati?


Karena dekat sekali dengan laut, udara disana sungguh kering dan panas. Beberapa teman-teman yang banyak mengerahkan tenaga untuk mempersiapkan acara, benar-benar berjuang untuk menjaga diri agar tidak dehidrasi. Ada semangat dalam masing-masing diri kami, dalam satu team yang ingin segera melaksanakan misi ini. Misi yang dibawa untuk penduduk di sini.

Mulai membagi brosurKami (Ixthus), bersama dengan Ev. Yufrendy dan Team Misi lainnya memiliki tugas masing-masing. Itu membuat saya merasa, sepulangnya kami nanti, kami masing-masing akan memiliki pengalaman dan perasaan yang berharga melalui Misi di daerah kali ini. Membagi brosur, rumah ke rumah. Walaupun melihat altar sembahyang yang besar di kebanyakan rumah penduduk, memberanikan diri untuk mengetuk dan berharap masih ada tempat di hati penduduk di Tanjung Balai Karimun dan Teluk Sitimbul untuk menerima keselamatan. Ada tempat di hati mereka, dan generasi mereka yang selanjutnya, bagi Tuhan.

Hujan cukup lama dalam perjalanan kami ke Teluk Sitimbul. Teluk sitimbul, hampir seperti pemukiman yang tepat dipinggiran laut, dan untuk sampai kesana harus melewati hutan. Saya ingat, saat harus membagikan brosur ke rumah penduduk di teluk sitimbul, masih hujan. Satu rumah demi satu rumah. Keadaan disana sangat sunyi, dan jarak rumah yang satu dengan yang lain, cukup jauh. Saya sekelompok dengan Ev. Yufrendy. Dan saat Ev. Yufrendy memberikan beberapa lembar brosur untuk dibagi secara terpisah, saya menurutinya. Beberapa langkah menuju rumah yang lain, sendirian… Aku melihat betapa sunyinya suasana disana.. Gimana nih kalo saya sampe diculik, wheew..., pikirku. Dan, um.. menyeramkan. Dengan panik, saya berbalik dan berlari menuju Ev. Yufrendy.

I X T H U STeluk sitimbul, sangat memberi kesan. Sambutan mereka yang luar biasa akan kedatangan kami. Kami dari GMI Merak Jingga dan mereka dari gereja singapore. Mereka begitu antusias. Dan hampir dari mereka adalah anak-anak kecil. Mereka duduk, belajar… Juga dengan antusiasme menonton drama yang IXTHUS bawakan. Mengingat antusiasme mereka, selalu membuat saya dan teman-teman tersenyum saat menceritakan mereka.

Kebersamaan team. Bekerja bersama, berjalan bersama… Ah, saya mengingat semua tawa itu. Berdoa bersama untuk melawan kegentaran menghadapi medan peperangan rohani. Persekutuan bersama. Menjadi satu anggota yang belajar dan melayani.

Dan dalam perjalanan misi selanjutnya, kami belajar untuk kali berikutnya, mempersiapkan lebih banyak instrument belajar bagi mereka untuk mengenal Tuhan Yesus. Mungkin lewat buku, majalah, traktat, alkitab dan lainnya. Sehingga mereka terus bertumbuh.

Team Mission Trip With IXTHUSInjil sudah diberitakan di Tanjung Balai Karimun dan Teluk Sitimbul, dengan segala keterbatasan kami. Perjalanan kami, bukan suatu kebetulan. Setiap kami kembali ke kehidupan kami masing-masing. Dan pasti ada sesuatu dari hidup kami yang juga sudah diubahkan melalui perjalanan kami.

(05-11-2009 minmerry)

Bookmark and Share

Tags: , , ,

Your Reply