When She Cried…

No woman, no cry

Ketika Seorang Wanita Menangis Di Hadapanmu

Jika seorang wanita menangis dihadapanmu,
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.

Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.

Jika kamu MEMBIARKANNYA PERGI,
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya… .

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
KECUALI didepan orang yang AMAT dia sayangi. Dia menjadi lemah.


Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia SANGAT menyayangimu, Dia akan menurunkan rasa egoisnya.

Lelaki, jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
TOLONG pegang tangannya dengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan TETAP BERSAMAMU sepanjang hidupmu.

Lelaki, jika seorang wanita menangis karenamu.
TOLONG JANGAN MENYIA-NYIAKANNYA.
Mungkin KARENA KEPUTUSANMU, kau merusak kehidupannya.

Saat dia menangis didepanmu, Saat dia menangis karnamu,
Lihatlah matanya….
Dapatkah kau lihat dan RASAKAN SAKIT yang dirasakannya?

Pikirkan….
Wanita mana lagikah yang akan menangis dengan murni, penuh rasa sayang,
DIDEPANMU dan karenamu…. ..

Dia menangis BUKAN karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia menginginkan simpati atau rasa kasihan

Dia menangis,
Karena menangis dengan diam-diam
tidaklah memungkinkan lagi.

Lelaki
PIKIRKANLAH tentang hal itu

Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.

Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya.. ..

Pertimbangkanlah

Karena suatu hari nanti
Mungkin akan TERLAMBAT UNTUK MENYESAL,

Mungkin akan terlambat untuk bilang ‘MAAF’!!

7 Responses to When She Cried…

  1. Iik says:

    Dear min…

    Jika kamu MEMBIARKANNYA PERGI,Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
    Selamanya… .

    ha ha ha ha… itu salah satu yang turut merubahku min..

    Di suatu masa bertahun lalu, aku dan (mungkin kami) belajar dari suatu kesalahan dari sebuah ‘kepercayaan’ semu.

    Masih jelas di mataku, ketika kami mengakhiri ‘petualangan palsu’ itu.

    Tersakiti, menangis, berlalu…

    Hanya ada ‘maaf’…

    Dia membiarkanku berlalu…
    Aku pun membiarkan diriku dan dirinya berlalu…

    Memutar badan kami,,… berbalik menuju dua arah yang berbeda…

    Kami tak pernah bersama lagi selamanya..

    Hatikupun selesai… bertahun kemudian…

    Entah kapan aku bisa mempercayai lagi seseorang yang lain. Mungkin hingga Tuhan membukakannya bagiku…

    Suatu saat…

  2. minmerry says:

    I just wish, iik… Jika ada yang membaca ini, mengerti sedikit lebih dalam, how is our feeling when cried…

    Menurut min, menangis itu hal sulit. Sulit berhentinya. Haha. Karena sesuatu yang sangat dalam, kacau, dan entah harus digimanain, hingga air mata itu keluar, dari dalam hati…

    Sering kali, the closest one, the one who hurt u most. Dan we let them to.

    Kadang ada feeling egois, menuntut mereka u mengerti.

    Biar, aku menangis pada-Nya. Dan Ia mengerti semua kebodohanku. Hehe.

    Min bangga born as a woman, have a feeling as a woman. And when i cried, i understand the pain as a woman.

    Once i let go, i will never ask back. Itu min, yang min percayai, iik juga begitu. ^^

    There is a time for everything.

    Iik, dont cry, even u cry, remember, i’m here. Like our Father.

  3. nis says:

    cowok kadang bukan ga ngerti
    seringnya kita emang ga mau
    … atau minimal belum mau

  4. minmerry says:

    Min mengajukan pertanyaan klise like always, but why ?

  5. nis says:

    becoz men are also like women, complicated ;)

  6. minmerry says:

    (repeating)
    So, men complecated like women? (surprise mode on)

    But they seems… never want to think that far… ( Haha) how come man also complecated? Fu Fu Fu

  7. Gerizal says:

    1. Seorang anak laki – laki, dengan uang jajan seadanya.. diberi orang tua nya agar bisa makan di kantin sekolah, atau ongkos transportasi ke sekolah..

    kalian merasa dia akan menggunakan semua uang jajannya?

    dia selalu menabung untukmu selama tiap hari, menahan lapar, menahan segala ajakan teman untuk pergi bermain dan berharap cukup untuk mengajakmu pergi jalan – jalan di hari minggu nanti.., mungkin hanya sekedar nonton atau pergi makan,.. =)

    lalu ketika hari minggu yang dimaksud, engkau jawab : ” duh,.. sori ni kek nya aku gak bisa pegi sama kamu hari ini soalnya diajakin keluarga pegi… maap “

    dah,.. kamu dah sukses menghancurkan perasaan, pengorbanan tu anak laki – laki.. mungkin mereka tak pernah menangis, atau pun curhat sama temannya,.. karna mereka itu jantan! mereka selalu menyimpan perasaannya seorang diri.

    2. Ketika beranjak dewasa, para wanita cantik hanya akan pergi sama cowo yang punya kendaraan roda 4.. ketika pria harus bersaing untuk mendapatkan dirimu, mereka akan lebih berhemat mati2an agar bisa mengajak mu untuk berkencan,..

    ketika engkau mau d ajak pergi, dan kaget untuk pertama kali engkau dijemput memakai motor,..

    lalu engkau menjawab
    ” duh rambut gw rusak nih,…”
    ” duh, siang bolong gini kamu ngajakin aku pergi… panas tau ”
    ” duhhhh, debu, panas… laen kali aja deh ya ? “

    mungkin engkau tidak sadar mengatakannya,.. tapi percaya lah.. hati mereka sakit..

    3. Ketika sudah berkeluarga,… anda tau? mereka kerja banting tulang seharian penuh untuk mencukupi kalian makan..

    tau pepatah ini gak?

    ” Seorang ayah makan telur ayam, sedangkan anak istrinya makan daging ayam “

    Di benak seorang ayah, asalkan anak istrinya bahagia itu udah cukup,..
    kalo perlu gak makan, ato sekedar makan mi instan, asalkan anak istri bisa makan dia uda senang,.. jangan suka menyia2kan uang hasil kerja keras suami mu itu..

    4. Ketika punya anak, sudah meranjak dewasa.. dia kesulitan untuk membiayai keluarganya,.. tapi ada satu hal yang harus kalian tau..

    ” mau ayah / suami mu seorang perampok, pencuri, penjudi atau kriminal lainnya,.. ketika uang itu diberikan pada mu,.. dia ikhlas memberikannya padamu, dan RELA MENANGGUNG DOSA UNTUK MU “

    “Pengorbanan seorang PRIA yang kadang tidak diketahui WANITA ini hanya untuk bahan renungan wanita saja dan memang tidak semua wanita seperti ini kok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
You are the Potter, I'm the Clay Follow us Facebook Twiter Twiter Flickr YouTube RSS