Archive for September, 2009

Sep05

Double Esspresso – Not My Miracle

@ DOUBLE ESSPRESSO

Selalu ada kesedihan dimana-mana.

stories behind past
Mungkin sudah banyak yang bertanya padamu, apakah kamu percaya.

Pada keajaiban?
Pada Doa?
Untuk kedua hal ini.
Yang katanya, terjadi setiap hari…

Mereka yang bertanya, ingin kamu juga mempercayainya. Karena itu terjadi pada mereka.

Do i believe?

Tersenyum, dan aku memandang ke langit…
Hujan itu tidak akan berhenti.

Dan itu belum terjadi padaku. Itulah jawabanku.

(more…)

Sep05

Double Esspresso – Temptation

@ DOUBLE ESSPRESSO

Favorites.
espresso, another story


Favorites.

Semua orang memiliki hal yang disukai. Tentu saja.

Setiap orang.

Ini lebih dari yang itu.
(more…)

Sep05

Double Esspresso – Dolphins

@ DOUBLE ESSPRESSO



Lumba-lumba.

Aku masih mencari.

Siapa yang mewakiliku, berdoa?
Siapa yang ingat untuk mengangguku, dan menemaniku bermain?

Mungkin itu, yang selalu muncul dipikiran seekor lumba-lumba.

Dia menolong orang-orang yang tenggelam. Mungkin, dia menunggu, menunggu sahabatnya, kekasihnya, dan berpikir, dia sedang menyelamatkan orang yang sedang yang dia tunggu.

Inilah dia…, mungkin itu pikirnya.

Dia berenang dan berenang, memapah sang putri dibahunya, dan mengembalikannya ke daratan. Dia bersorak-sorai, berteriak dengan suaranya yang manis. Berputar-putar di air, dan memulai perjalanannya lagi.

Mungkin ini salah satu, keajaiban yang tidak pernah hilang.
Aku baru sampai di coffee shop 15 menit yang lalu, masih sangat pagi.
Menghabiskan espresso pertamaku, pagi ini.
(more…)

Sep05

Double Esspresso – In His Presence

@DOUBLE ESSPRESSO

There can be such sweet reward
When we wait upon the Lord
As we take the time, he give us his perfect wisdom
To be found in Him alone,
All our deepest secrets kwnon,
we’re surrounded by his grace
When we seek his face

Aku menyerahkan@Double Esspresso pada Hayden malam ini. Kunci sudah diserahkan padanya. Lampu mana yang boleh dimatikan dan mana yang tidak, Hayden sudah menghapal dengan baik. Hayden dengan senang hati menerima tugas itu. Jika malam ini espresso yang dibuat Hayden berbeda, semoga itu karena esprssonya lebih enak dari buatanku, tentu saja.

Dengan sedikit tersenyum, melambai pada Hayden, aku mengambil tas dan keluar.

Angin menyambutku, saat aku membuka pintu. Mengabaikan perasaan dingin, aku melangkah di jalan setapak dengan santai. Masih ada satu jam menuju pementasan.

Drama.

Siapa tidak suka drama?
Aku suka. Drama, tentu saja.
(more…)

Sep05

Double Esspresso – When The Eyes Open…

@ DOUBLE ESSPRESSO

Where to put all my memories?

Why they always keep continue and never stops?

Where the purpose i walk into?

Close my eyes.

Fall asleep.

Sejak kecil, aku sering menakuti diriku sendiri. Lukisan wanita cantik di dinding, paling ku takuti jika sendirian di rumah dan harus mandi. Saking takutnya, aku menghitung berapa menit di dalam kamar mandi. Aku yakin sekali saat itu, dalam lukisan, mata wanita cantik itu mengikuti kemana aku berjalan dan berada. Aku ketakutan. Sungguh.

Suatu hari, aku benar benar kesal. Dan saking kesalnya karena takut, aku berdiri di depan lukisan itu dan memarahi wanita dalam lukisan dengan sungguh-sungguh. ‘Aku benci padamu. Aku tidak takut. PERGI. AKU PUNYA TUHAN YESUS. LIHAT NANTI SIAPA YANG MENANG.’

Aku tidak berbohong. Aku benar-benar melakukannya.

Dan aku bangga sekali pada diriku sendiri saat itu.

Tetapi mata itu tetap mengikuti aku kemana aku berjalan, saat sendirian di rumah. Aku bisa mendengar bisikannya dekat sekali dari belakang tubuhku, dan aku menahan nafas.

(more…)

You are the Potter, I'm the Clay Follow us Facebook Twiter Twiter Flickr YouTube RSS