Double Esspresso – Lan Tian Pai Yun Zhi Shang
@ DOUBLE ESSPRESSO
Di seberang langit biru
Ada seseorang di sana. Somewhere across the blue sky.
Aku tahu kelemahanku.
Dan, mungkin beberapa orang yang lain.
(more…)
Di seberang langit biru
Ada seseorang di sana. Somewhere across the blue sky.
Aku tahu kelemahanku.
Dan, mungkin beberapa orang yang lain.
(more…)
Setiap pagi…,
Biasanya, aku suka menebak.
Menebak apakah hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan, atau hari yang berat.
Lalu aku akan segera lupa dengan tebakkanku.
Aku menilai itu sebagai antusiasme-ku untuk memulai sebuah hari, lagi.
Manusia, mengingat banyak hal dalam hidupnya.
Bisakah ingatan itu berubah? Atau tertutup dengan ingatan lain?
Atau, diriku yang membuat itu berubah?
‘Darah….DARAH…. Tolong aku….Selamatkan dia, dia harus selamat…. ! Hanya dia satu satunya peninggalan Ben untukku.’
‘Kenapa masih begitu banyak darah? Ayolah, tolong aku….’
(Double Esspresso – Not My Miracle)
Setelah memar ditubuhku hilang, dan rasa takutku berlalu, aku kembali. Aku menuntup pintu coffee shop. Menatap ke dalam. Aku tidak menemukan pecahan kaca, tidak ada tanda-tanda kekacauan yang terjadi, beberapa malam yang lalu.
Aku tersenyum. Glass pasti sudah memperbaiki semua untukku. Semuanya, bisikku pada diriku sendiri.
Aku meletakkan bunga dalam dekapanku di coffee bar.
(more…)
Manusia,
…. melakukan apapun, untuk dirinya sendiri.
Tentu saja, itu bukan kalimatku.
Itu bukan kalimat seorang gadis penunggu coffee shop.
Itu kalimat seorang tunawisma yang berdiri dan tidur setiap hari di sudut jalan yang kutemui di Pearl City.
Kalimat yang dia tulis disebuah papan, papan usang yang digantung di lehernya.
(more…)
Menunggu.
Setiap orang selalu menunggu.
Ada hari hari tertentu yang membuat mereka menunggu.
Mungkin mereka tahu, hari itu pasti akan datang.
Mungkin, aku juga.
Pagi ini cerah. Ini hadiah Tuhan untuk Joli? Haha. Anggap saja begitu, kataku dalam hati.
(more…)