he tell a story bout “Adam’s Apple”

2009
09.05

tell u, papa g dulu sering bercerita darimana datangnya “Adam’s Apple”Daddy Loves You

g masi ingat dulu setelah makan malam, g akan lompat ke pangkuan papaKid With Doll, dia akan memeluk g dan mulai bercerita. he is not that smart, but he is the most wonderful dad i ever had. (i have to mention, saat itu perutnya buncit, haha)

nah. tapi dia tuh lucu…—-dia tuh sering cerita ngulang ngulang, tapi untuk jagain perasaan dia, g ga pernah complain or nyeletuk “duh papa… uda hapal….”, never. thats why, he loves me so much. but, tanpa g berbuat apa apapun, dia sudah sangat mengasihi g.

papa uda dipanggil Tuhan tahun lalu. nah, g ga pengen menulis tentang “how it feels when my dad gone…”, but i wanna write bout how incredible is he, oops.. was he.

he said…

dulu, pada saat Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, trus menempatkan mereka di taman eden… nah, di sana, ada pohon yang buahnya ga boleh dimakan. eh, ternyata Adam tergoda oleh Hawa dan memakan buah itu. trus, pada saat Adam memakan buah itu, terdengar suara Tuhan, jadi Adam keselek, trus selamanya jadi Adam’s Apple…

itu cerita taman eden versi papa g.. bukan versi Kejadian 2. hehe…

walopun papa saat itu belum mengerti soal Yesus Kristus, tapi he knew bout part of Genesis. why? i’m not sure.

but, that time, g uda mengerti banyak hal. kenapa g ga terdorong untuk menyampaikan injil? just a simple one. but i never start to do that to my dad.

saat papa ada, orang yang paling mengasihi g adalah papa—sampai umur 19 gitu, orang yang paling g kasihi adalah papa. kenapa? papa mulai berubah, mungkin karena usia dan stroke yg dia alami. saat itu, g sangat sakit hati memikirkan kenapa papa menjadi seperti “orang lain”. dan setiap kali memikirkan papa sudah bukan seperti dulu, i feel so much lonely.

g masi ingat papa. asal g ingin mengingatnya, maka dengan mudah semua scene yang pernah g simpan akan mudah nge-flash back gitu di pikiran g.

honestly, selama bareng ama papa ke mana mana, dijagain ama papa, g banyak melakukan kesalahan. baru sekali dipukul. pake sapu mannnn…. hahahaa… itu dia sakit hati sekali lho… dia yang sakit hati, haha. mikir itu g jadi pengen nangis… but after he hit me, he called me to sit with him and talked to me. i’m not sure why he was so mad at that time. but, i know i have mad lots lots of mistake. until he gone.

may be he can chose not to have me as his daughter. yes, may be. but i’m sure, papa ga pernah berpikir begitu.

pernah suatu kali g bertengkar hebat ama mum. he waited and waited for me, he was so afraid i’m not going back to home.

u know, he is my daddy… no matter i made kesalahan apapun, in his eyes, i still his little girl who wear babydoll.

Daddy & Baby

papa itu kasar, tapi sangat tulus. dia sering temenin g nonton to liong to, ato film kaisar2 gitu, dia bisa nangis lho. dia bilang “sedihnya…” hehe… makanya g sering godain dia. dia akan ketawa dan bilang “ribut kali nih anak…. menganggu saja…”

but honestly (again), if papa masi ada saat ini, sebenarnya g juga ga tahu harus bagaimana supaya bisa membuat dia lebih bahagia. tapi, jelas, kehadiran g bagi papa uda sesuatu yang sangat besar. dia mau g selalu ada dirumah, menemaninya ke mana-mana. orang yang dia percayai. hanya g.

karena papa manusia biasa, haha, saat g memberanikan diri untuk menyembunyikan rokoknya, dan pikiran logisnya uda mulai turun karena usia, dia sudah mulai membenci g.

saat itu, saat g diuji, menyakitkan sekali saat g sadar, g ga pernah bisa membalas 1/4 pun saja bagian dari besarnya kasih yang pernah dia berikan. seberapa besar penyesalan g, g tahu-walopun diberikan kesempatan sekali lagi.

Tuhan kasi g seorang papa. Tuhan juga kasi papa seorang putri.

g harap my future husband will tell our kids cerita yang lebih kreatif tentang Adam’s Apple. hahaha…

Bookmark and Share

Tags: ,

6 Responses to “he tell a story bout “Adam’s Apple””

  1. arithok says:

    Nice story. Cerita soal Papa? Mmm … saat-saat ini gue yang lagi diuji, maklum sudah tua dan pendengaran agak berkurang dan sifat “anak kecil” sepertinya sudah mulai keluar. Katanya sih kalo sudah tua akan kayak anak-anak lagi, mmm .. sedang mencari bukti :p. Yah, kesempatan buat gue karena dirumah sendiri cuma sama Papa dan Mama, kesempatan buat membalas kebaikan mereka selama ini. :D

  2. minmerry says:

    Thok! Thok!

    Yup, setuju!!! Kesempatan untuk membalas semua kebaikan mereka. Min punya kesempatan itu, but tidak melaksanakan dengan baik. So feels menyesal.

    I believe ari will do better than me.

    Menghadapi emosional papa, itu yg paling sulit sih, i think. Karena sakit, itu merubah semua kepribadiannya.

    Lets do the best for them. So, mereka bisa merasakan usaha kita yang terbaik untuk mereka sebelum mereka cuti untuk waktu yg sangaaaaatttt lama.
    ^^

  3. Vantillian says:

    Papa…Sosok yang misterius…Sekaligus sosok yang dikenal…Seperti Bapa di surga, misterius sekaligus hangat….Transeden sekaligus imanen…Cerita yang indah….Deep Feeling… Membuat jadi flat…..merenung…..

  4. minmerry says:

    Van, penggemar cerita daddy juga? ^^

  5. antowi says:

    Wah ternyata papanya min suka cerita juga ya? aku pun masih ingat cerita – cerita bapak walaupun dia sudah “pulang” 20 tahun yang lalu :D

  6. minmerry says:

    He eh, papa min sukanya ceritaaaaa…. mulu. Kangen deh ama papa. ^^
    Really? So, why dont u post one so i can read yours… Please? ^^

Your Reply